Mengapa Penghitungan Suara Pilpres AS 2020 Berlangsung Lama?

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 10:15 WIB
A Luzerne County worker canvases ballots that arrived after closing of voting until Friday at 5 p.m. and postmarked by Nov. 3rd as vote counting in the general election continues, Friday, Nov. 6, 2020, in Wilkes-Barre, Pa. (AP Photo/Mary Altaffer)
Petugas memproses surat suara via pos di Pennsylvania (AP Photo/Mary Altaffer)

Pengalaman dalam Menghitung Suara via Pos

Beberapa negara bagian AS lebih berpengalaman dalam memproses dan menghitung surat suara via pos. Florida dan North Carolina belajar dari pengalaman pilpres sebelumnya dan mengizinkan para pejabat pemilu untuk memproses surat suara via pos sekitar beberapa pekan sebelum pilpres 3 November.

Di Florida, petugas diperbolehkan mulai memproses dan menghitung surat suara via pos sekitar 22 hari sebelum pilpres digelar. Di North Carolina, proses penghitungan suara via pos dilakukan mulai lima pekan sebelum pilpres digelar, dengan petugas pemilu memasukkan surat suara yang sah ke dalam mesin pemungutan suara dan memungkinkan penghitungan lebih cepat pada Hari Pemilihan 3 November.

Namun di beberapa negara bagian lainnya, seperti Michigan, Wisconsin dan Pennsylvania, menerapkan legislasi yang menetapkan penghitungan surat suara via pos baru bisa dilakukan pada Hari Pemilihan 3 November. Upaya untuk menghitung surat suara via pos lebih awal ditolak legislatif ketiga negara bagian itu yang semuanya dikuasai Partai Republik.

Aturan ini membuat negara-negara bagian itu tidak bisa memproses dan menghitung suara via pos lebih awal. Padahal diketahui surat suara via pos butuh proses lebih lama seperti memverifikasi tanda tangan, alamat dan sebagainya.

Michigan akhirnya memperbolehkan petugas memproses surat suara via pos sehari sebelum pilpres, namun penghitungan baru boleh dilakukan mulai 3 November.

Negara Bagian Kompetitif Butuh Waktu Penghitungan Lebih Lama

Proses penghitungan suara berlangsung lebih lama di negara-negara bagian kompetetif yang menjadi perebutan suara kedua capres. Diketahui bahwa saat ini, penghitungan suara di Nevada, Georgia, North Carolina, dan Pennsylvania belum tuntas, dengan perolehan suara kedua capres bersaing ketat dengan selisih tipis.

"Semakin sengit pertarungannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan," ucap Sekretaris Negara Bagian Pennsylvania, Kathy Boockvar, dalam penjelasannya kepada wartawan setempat.

Beberapa negara bagian juga memiliki batas waktu berbeda untuk menerima absentee ballots via pos, khususnya yang datang dari militer atau warga AS yang tinggal di luar negeri.

North Carolina menunda penghitungan sedikitnya 171 ribu surat suara -- yang bisa berdampak besar -- yang menurut undang-undang setempat, masih bisa diterima via pos hingga 12 November mendatang asalkan memiliki cap pos tanggal 3 November.

Sama halnya dengan Nevada, yang masih akan menunggu dan menghitung surat suara via pos yang diterima hingga 10 November mendatang, juga asalkan memiliki cap pos 3 November.

Yang juga memicu penundaan adalah provisional ballots, yang dirilis kepada para pemilih jika mengalami kebingungan soal pendaftaran dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Gugatan Hukum

Tim kampanye Trump memanfaatkan lambatnya penghitungan suara di beberapa negara bagian untuk mengajukan gugatan hukum dalam meminta penghentian penghitungan. Gugatan diajukan di negara-negara bagian yang perolehan suara Trump kalah dari Biden.

Yang terbaru, tim Partai Republik Pennsylvania meminta Mahkamah Agung AS untuk menghentikan penghitungan suara di negara bagian tersebut, yang masih berlanjut hingga kini. Partai Republik meminta agar surat suara via pos yang diterima setelah 3 November, untuk dipisahkan dan tidak dihitung.

Di Wisconsin, yang dimenangkan oleh Biden, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa hanya surat suara via pos yang diterima hingga 3 November yang akan dihitung.

Kebanyakan negara bagian mengizinkan para pengamat pemilu untuk mengawasi proses penghitungan, termasuk dari partai politik yang berseberangan. Para pendukung Trump di Philadelphia mengeluhkan bahwa para pengamat hanya diizinkan mengawasi dari jarak 4,5 meter karena risiko pandemi Corona.

Halaman

(nvc/rdp)