Mengapa Penghitungan Suara Pilpres AS 2020 Berlangsung Lama?

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 10:15 WIB
A Luzerne County worker canvases ballots that arrived after closing of voting until Friday at 5 p.m. and postmarked by Nov. 3rd as vote counting in the general election continues, Friday, Nov. 6, 2020, in Wilkes-Barre, Pa. (AP Photo/Mary Altaffer)
Petugas memproses surat suara via pos di Pennsylvania (AP Photo/Mary Altaffer)
Washington DC -

Empat hari berlalu sejak pemungutan suara untuk pilpres Amerika Serikat (AS) digelar, hasilnya masih menggantung dan belum diketahui siapa pemenangnya. Proses penghitungan suara untuk pilpres AS 2020 memang berlangsung lebih lama daripada pilpres sebelumnya, mengapa bisa demikian?

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (7/11/2020), ketidakpastian yang menyelimuti pilpres tahun ini memecah-belah publik AS, dengan Presiden Donald Trump sendiri menuding tanpa bukti soal upaya Partai Demokrat mengatur kecurangan pilpres.

Penundaan dalam pengumuman pilpres AS tahun ini sebenarnya telah diprediksi secara luas, seringkali alasan khusus di masing-masing negara bagian, yang memiliki aturan dan proses berbeda-beda di bawah sistem pemilu AS.

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan lamanya proses penghitungan suara dalam pilpres AS 2020:

Antusiasme Besar

Meskipun penghitungan suara belum selesai sepenuhnya, Presiden Donald Trump telah dengan mudah melampaui jumlah popular votes yang didapatkannya dalam pilpres 2016 lalu. Untuk saat ini, Trump meraup lebih dari 70 juta popular votes, yang sangat drastis dibandingkan 63 juta total suara yang diraupnya saat memenangkan pilpres 2016.

Capres Partai Demokrat, Joe Biden, sejauh ini telah meraup sedikitnya 74 juta popular votes. Jumlah itu jauh melampaui perolehan suara total Hillary Clinton, capres Partai Demokrat dalam pilpres 2016, yang saat itu hanya mencapai 65,9 juta suara.

Pandemi Corona dan Lonjakan Surat Suara via Pos

Berharap mencegah antrean panjang para pemilih saat pandemi virus Corona (COVID-19) masih merajalela, beberapa negara bagian AS memutuskan untuk mempermudah pemungutan suara via pos, yang jelas lebih aman untuk semua orang.

Negara-negara bagian seperti Minnesota, North Carolina dan Nevada memperpanjang batas waktu untuk penerimaan surat suara via pos. Nebraska dan Iowa bergabung dengan kelompok negara bagian yang mengirimkan absentee ballot via pos ke setiap pemilih terdaftar. New Jersey dan California juga mengirimkan surat suara via pos ke setiap pemilih terdaftar, terlepas apakah mereka memintanya atau tidak.

Jutaan pemilih menerima tawaran itu dan memilih memberikan suara via pos daripada harus datang langsung ke tempat pemungutan suara saat Hari Pemilihan 3 November. Menurut perkiraan US Elections Project, sekitar 65,2 juta orang -- dari total sekitar 160 juta orang yang diprediksi memberikan suara dalam pilpres AS 2020 -- telah memberikan suaranya via pos.

Situasi itu, bagi beberapa negara bagian, berarti memperlambat proses penghitungan suara karena surat suara via pos seringkali memakan waktu lebih lama untuk diproses dibandingkan surat suara di tempat-tempat pemungutan suara secara langsung.

Simak video 'Hitung Suara Belum Usai, Ketua DPR AS Sebut Biden Presiden Terpilih':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2