Unggul Sementara di Arizona, Akankah Biden Menang di Basis Kuat Republik?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 12:00 WIB
Para pemilih mulai mengantre di beberapa wilayah Amerika Serikat (AS), untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden (pilpres) 3 November ini.
Ilustrasi -- Antrean pemilih AS yang memberikan suaranya dalam pilpres tahun ini (AP Photo)
Arizona -

Negara bagian Arizona di Amerika Serikat (AS) telah sejak lama menjadi basis kuat bagi Partai Republik. Dalam pilpres tahun ini, capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, unggul sementara atas Presiden Donald Trump di negara bagian tersebut.

Seperti dilansir CNN, Rabu (4/11/2020), bertumbuhnya populasi warga keturunan Amerika Latin dan gelombang pemilih dari area-area liberal di Arizona membuat Partai Demokrat meyakini capres mereka mampu mengubah Arizona dari yang tadinya red states -- basis Republik -- menjadi blue states -- basis Demokrat.

Dalam pilpres 2016 lalu, Trump menang di Arizona dengan unggul 3 persen suara dari rivalnya, Hillary Clinton, capres Partai Demokrat saat itu. Namun tahun 2018, salah satu kursi Senat AS untuk Arizona dimenangkan oleh Senator Demokrat. Demokrat juga unggul di dua wilayah -- Maricopa dan Pima County -- yang menyumbang 75 persen suara dalam pilpres ini.

Trump diperkirakan tetap akan populer di area pinggiran di Arizona. Yang menjadi kunci persaingan adalah seberapa besar Trump akan memang di wilayah seperti Pinal, Yavapai dan Mohave di Arizona. Sementara Biden berupaya meningkatkan jumlah pemilih di Maricopa dan Pima.

Sejauh ini, menurut data penghitungan CNN, Biden unggul di Arizona dengan perolehan suara 53,5 persen, sedangkan Trump meraup 45,1 persen. Data itu tercatat dari total 75 persen suara masuk di negara bagian ini.

Data penghitungan New York Times (NYT) juga menunjukkan keunggulan Biden atas Trump di Arizona, dengan perolehan suara yang sama untuk total 75 persen suara yang sudah masuk. Selisih suara antara kedua capres mencapai sedikitnya 8 persen di negara bagian ini.

Arizona disebut sebagai semacam polis asuransi untuk Biden. Negara bagian Arizona tidak wajib dimenangkan oleh capres Partai Demokrat dan kekalahan di negara bagian ini bukan berarti malapetaka untuk Trump. Namun jika Arizona berubah menjadi blue states, maka ini akan menandakan perubahan lebih luas bagi Partai Republik.

(nvc/ita)