Filipina Dihantam Topan Goni, 16 Orang Tewas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 18:00 WIB
Big waves crash at the coast due to strong winds brought by Typhoon Goni, locally named as Ineng, at the Manila bay in Navotas city, north of Manila August 20, 2015. Typhoon Goni packs a maximum sustained wind of 180kph near the center with gust of up to 215kph as the typhoon maintained its strength moving closer to the extreme northern Luzon provinces, the Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Service Administration (PAGASA) state weather bureau reported.   REUTERS/Romeo Ranoco
Foto: Topan Goni di Filipina (REUTERS/Romeo Ranoco)
Manila -

Topan goni yang melanda Filipina tahun ini menghancurkan puluhan ribu rumah dan menewaskan sedikitnya 16 orang. Akses komunikasi ke daerah-daerah terdampak juga terputus.

Dilansir AFP dan Channel News Asia, Senin (2/11/2020) pulau Catanduanes dan provinsi Albay di dekatnya yang berada di pulau terpadat Luzon harus menerima dampak dari Topan Goni, yang membawa kecepatan angin maksimum 225 km/jam ketika menghantam pantai timur pada hari Minggu (1/11).

Angin ganas dan hujan deras memicu banjir dan tanah longsor yang melanda rumah-rumah saat Goni menyapu bagian selatan Luzon.

Kekuatan topan itu kehilangan intensitas saat mengitari ibu kota Manila yang luas dan menuju ke Laut China Selatan.

"Kami ngeri dengan kehancuran yang disebabkan topan ini di banyak daerah termasuk Pulau Catanduanes dan Albay," kata kepala Palang Merah Filipina Richard Gordon dalam sebuah pernyataan.

"Hingga 90 persen rumah rusak parah atau hancur di beberapa daerah," ujarnya.

Sekitar 400.000 orang telah meninggalkan rumah mereka menjelang topan dan sebagian besar dari mereka tetap berada di pusat-pusat evakuasi. Sementara pihak berwenang berusaha memulihkan listrik dan layanan telekomunikasi di daerah yang paling parah terpukul.

Selanjutnya
Halaman
1 2