Alhamdulillah! 224 Jemaah Indonesia Tiba di Arab Saudi untuk Umroh

Puti Yasmin - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 12:00 WIB
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo/Ilustrasi Alhamdulillah! 224 Jemaah Indonesia Tiba di Arab Saudi untuk Umroh
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mulai membuka umroh untuk jamaah asing pada Minggu, (1/11) kemarin. Tercatat, jemaah asing yang diizinkan tersebut berasal dari Indonesia dan Pakistan.

Dikutip dari Arab News, lebih dari 250 jamaah asing tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Jumlah tersebut berasal dari 38 jemaah asal Pakistan dan 224 jemaah asal Indonesia.

Kedatangan para jemaah langsung disambut oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten dan Wakilnya, Abdel Fattah Mashat.

"Semua sudah siap menerima jemaah sejak penerbangan pertama kali tiba. Kami memantau dan merevisi semuanya tiap hari," ujar Abdel Fattah dalam wawancara dengan TV Al Ekhbariya.

Sebelum sampai di Arab Saudi, para jemaah diketahui harus menjalani swab test maksimal 72 jam sebelum berangkat. Setelahnya, mereka akan diperiksa kesehatannya lagi baru diserahkan kepada agen haji dan umroh setempat.

Para jemaah akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah tidak lebih dari 50 orang. Setelah itu, mereka akan menjalani karantina mandiri selama 3 hari di hotel masing-masing sebelum melaksanakan umroh.

Sementara itu, Arab Saudi sendiri akan menerima jemaah umroh dari negara-negara yang situasi pandemi-nya stabil. Hal itu akan terus dipantau oleh Pusat Pencegahan dan pengendalian Penyakit Arab Saudi atau Weqaya.

(pay/erd)