Jokowi: Budayawan Hibur Masyarakat Agar Tubuh Kuat saat Pandemi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 23:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sikap pemerintah terhadap sitauasi yang berpotensi memecah persatuan umat beragama (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) (YouTube Sekretariat Presiden).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut budayawan memiliki peran penting selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). Menurutnya, budayawan bisa menghibur masyarakat agar memiliki imunitas yang kuat.

"Banyak budayawan dan pekerja seni terus kreasi agar tubuh masyarakat tetap kuat karena terhibur, kuat dan tidak panik," kata Jokowi dalam sambutan Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2020 secara virtual sebagaimana ditayangkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (1/11/2020).

Menurut Jokowi, budayawan dan masyarakat Indonesia bekerja untuk kemajuan. Meski, saat ini dunia masih dilanda pandemi virus Corona (COVID-19).

"Semua bekerja untuk kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia dan bumi nusantara. Mari terus berkarya dengan tetap penuhi protokol kesehatan," katanya.

Bagi Jokowi, Pekan Kebudayaan Nasional menjadi bukti bahwa kerja kebudayaan tidak terpengaruh oleh pandemi. "Pekan Kebudayaan Nasional menjadi bukti bahwa para budayawan dan pekerja seni di tanah air tidak mau tunduk oleh pandemi COVID-19. Tidak mau menyerah oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi," katanya.

Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia memiliki sikap optimis dan pantang meyerah. Dua sikap itu sebagai karakter khas yang dimiliki masyarakat Indonesia.

"Sikap optimis dan pantang menyerah bangsa Indonesia terbentuk dari tantangan alam, dari kondisi geografis nusantara di depan kita, gunung, ada laut, ada lembah, ada jurang, ada hutan, ada sungai, ada rawa, dan lainnya," katanya.

"Kita berdiri di atas ring of fire, yang membuat negeri kita rawan bencana. Semua ini tantangan nyata, dan selama berabad-abad, nenek moyang kita berusaha bersahabat dengan semua tantangan itu, menjaga harmoni dengan alam, lingkungan, membangun kebudayaan dan nilai keutamaabn di atasnya," sambungnya, (aik/fas)