Sebelum Penusukan di Prancis, Pelaku Sempat Video Call dengan Keluarga

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 13:00 WIB
Tiga orang tewas dalam serangan di Gereja Notre Dame, Nice, Prancis. Begini suasana gereja di pusat kota Nice itu pasca penyerangan.
aksi penusukan terjadi di kota Nice, Prancis (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pria Tunisia yang membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice, Prancis, sempat berbicara dengan keluarganya melalui video call di luar gereja, beberapa jam sebelum serangan itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh keluarganya seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (31/10/2020). Keluarga Brahim Aouissaoui mengatakan bahwa pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda merencanakan kekerasan.

Menurut saudara perempuannya, Afef, Aouissaoui pergi ke gereja Notre-Dame segera setelah tiba di Nice pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat guna mencari tempat untuk tidur. Dalam video call, Aouissaoui menunjukkan daerah itu kepada keluarganya dan mengatakan dia berencana untuk beristirahat di gedung di seberang gereja.

Ketika mereka melihat laporan televisi yang menunjukkan setelah serangan penusukan yang menewaskan tiga orang itu, mereka segera mengenali tempat dia berada.

Sejumlah anggota keluarga Aouissaoui, yang berbicara kepada Reuters di pinggiran kota Sfax, Tunisia, mengatakan bahwa mereka terkejut atas penangkapannya dan kaget mendengar dia bisa melakukan kekerasan seperti itu.

Simak juga video 'Keluarga Penusuk di Prancis: Kami Menentang Terorisme!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2