Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa M 7 di Turki Jadi 14 Orang

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 01:01 WIB
Rescue workers on a collapsed building after a strong earthquake struck Sivrice town in Elazig province, eastern Turkey, Friday, Jan. 24, 2020. The earthquake rocked a sparsely-populated part of eastern Turkey on Friday, injuring more than 500 and leaving some 30 trapped in the wreckage of toppled buildings, Turkish officials said.(DHA via AP)
Kerusakan Akibat Gempa Turki (Foto: AP Photo)
Izmir -

Upaya pencarian korban akibat gempa berkekuatan magnitudo 7 di Turki dan Yunani terus dilakukan. Hingga kini sebanyak 14 orang dinyatakan tewas.

Sepeti dilansir AFP, Sabtu (31/10/2020), tim penolong terus berupaya menggali beton yang rubuh akibat gempa dengan tangan kosong demi mencari korban selamat. Hingga kini, total 14 orang dinyatakan tewas di Turki dan Yunani.

Tak hanya memakan korban jiwa, gempa tersebut juga melukai hampir 257 orang. Operasi penyelamatan pun masih terus berlangsung dan beberapa orang telah dievakuasi.

Selain meruntuhkan bangunan, gempa tersebut juga ternyata menyebabkan tsunami kecil di pulau Aegean di Samos. Gelombang laut juga mengubah jalan-jalan menjadi sungai yang deras di satu kota di pantai barat Turki.

Sebagian besar kerusakan akibat gempa terjadi di sekitar kota Aegean, Izmir, Turki. Kota tersebut dilaporkan memiliki tiga juta penduduk dan dipenuhi dengan blok apartemen bertingkat tinggi.

Sementara itu, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah gempa melanda. Yunani dan Turki diketahui sedang berkonflik dalam beberapa bulan terakhir karena ketegangan di Mediterania Timur. Namun kali ini kedua negara mengalami kerusakan akibat gempa.

"Saya baru saja menelepon Presiden (Erdogan) untuk menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa secara tragis akibat gempa bumi yang melanda kedua negara kami," ujar Mitsotakis, dalam akun Twitter resminya.

"Apapun perbedaan kita, inilah saat-saat ketika orang-orang kita perlu berdiri bersama," jelasnya.

(maa/maa)