Korut Salahkan Korsel Atas Kematian Pejabat Perikanan yang Hendak Membelot

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 08:15 WIB
Korea Selatan: Pejabat Perikanan yang Tewas di Perairan Korea Utara Ingin Membelot
Pejabat Perikanan Tewas di Perairan Korea Utara Disebut Ingin Membelot (Foto: DW (News))
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) menyalahkan Korea Selatan (Korsel) atas kematian pejabat perikanan Korsel. Menurut Korut, kejadian itu akibat 'kontrol terhadap warga negara yang tidak tepat' oleh Korsel.

Dilansir AFP dan Reuters, Jumat (30/10/2020), Korsel disebut gagal menghentikan langkah pejabat perikanannya untuk menyeberangi batas perairan ke Korut. Korut juga menegaskan bahwa peristiwa penembakan yang dilakukan tentaranya terhadap pejabat Korsel itu merupakan bentuk membela diri.

"Tentara kami tidak bisa tidak mengambil tindakan pertahanan diri saat dia menilai bahwa warga Korea Selatan telah melakukan intrusi ilegal ke perairan ... di bawah kendali pihak kami (warga tersebut) akan melarikan diri, tidak menanggapi intersepsi," kata kantor berita Korea Utara, KCNA.

"Insiden itu akibat dari kontrol yang tidak tepat terhadap warga di sisi selatan di hotspot sensitif pada saat ada ketegangan dan bahaya akibat virus ganas yang melanda seluruh Korea Selatan," tambahnya.

Karena itu, Korut menegaskan kesalahan ada pada Korsel. "Oleh karena itu, kesalahan pertama terletak di sisi selatan. Ini adalah sikap kami yang tidak berubah-ubah," ujar KCNA.

KCNA juga melaporkan bahwa Korut telah berusaha untuk mencari jenazah pejabat Korsel tersebut untuk dikembalikan kepada keluarganya. Namun, pencarian tak membuahkan hasil.

"Sejak itu kami telah mencoba yang terbaik untuk mengambil mayat dari perairan Laut Barat dan mengembalikannya ke keluarganya, tetapi tidak berhasil, dengan penyesalan kami," katanya.

Dalam laporan KCNA, Korut juga menanggapi sentimen atas pembunuhan pejabat Korsel itu. Dia meminta agar sentimen itu tidak dilanjutkan.

"Kami tidak ingin melihat terulangnya preseden yang tidak menyenangkan di mana insiden yang tidak disengaja menyebabkan hubungan utara-selatan menjadi bencana. Ini adalah pendirian kami," kata pesan KCNA.

"Kami menyesal untuk ini dan telah memutuskan untuk mengambil tindakan yang diperlukan berkelanjutan di masa depan, juga, di bidang yang relevan," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2