Sepekan Jelang Pilpres AS, Sudah 70 Juta Warga Gunakan Hak Pilih

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 13:42 WIB
Voters mark their ballots during early voting at the Park Slope Armory YMCA, Tuesday, Oct. 27, 2020, in the Brooklyn borough of New York. (AP Photo/Mary Altaffer)
Pemungutan suara awal atau early voting di New York (AP Photo/Mary Altaffer)
Washington DC -

Lebih dari 70 juta warga Amerika Serikat (AS) telah menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara awal atau early voting dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun ini. Angka tersebut telah melebihi separuh dari total jumlah pemilih dalam pilpres tahun 2016 lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (28/10/2020), pemungutan suara nasional akan digelar serentak pada digelar 3 November mendatang. Masih ada waktu satu minggu sebelum pilpres digelar dan jumlah total pemilih diprediksi mencetak rekor tertinggi dibandingkan sebelumnya.

Banyaknya warga AS yang telah mengikuti pemungutan suara awal menunjukkan minat yang kuat dalam pertempuran antara kandidat petahana Presiden Donald Trump dan penantangnya, Joe Biden, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat.

Tingginya angka pemilih untuk early voting juga menunjukkan keinginan warga AS untuk mengurangi risiko tertular virus Corona (COVID-19) mengingat pandemi masih merajalela. Diketahui bahwa pemungutan suara serentak terkadang melibatkan kerumunan banyak orang dan antrean panjang di tempat pemungutan suara.

Penghitungan US Elections Project, yang memantau pemungutan suara, menyatakan bahwa hingga Selasa (27/10) waktu setempat, sudah lebih dari 70 orang yang memberikan suaranya lebih awal dalam early voting, yang bisa dilakukan secara langsung atau melalui pos dan kotak-kotak drop box di beberapa lokasi.

Angka tersebut telah melampaui data tahun 2016 yang menyebutkan 47 juta orang menggunakan hak pilih lebih awal.

Tingginya jumlah pemilih untuk early voting membuat profesor Universitas Florida, Michael McDonald, yang mengelola US Elections Project, memprediksi rekor partisipasi pemilih AS untuk pilpres tahun ini akan mencapai sekitar 150 juta orang. Angka itu mewakili 65 persen dari total jumlah warga AS yang berhak menggunakan hak pilih. Jika prediksi itu benar, maka AS akan mencatatkan jumlah total pemilih tertinggi sejak tahun 1908 silam.

Dalam early voting tahun ini, Partai Demokrat disebut memiliki keuntungan signifikan karena mendukung dan mendorong pendukungnya menggunakan surat suara via pos. Partai Republik sebenarnya secara historis mencatatkan banyak suara dari pemungutan suara via pos, namun Trump, tanpa memberikan bukti, berulang kali menuding sistem suara suara via pos rawan penipuan dan kecurangan.

Secara keseluruhan, Partai Demokrat memilik keunggulan dua dibanding satu dalam jumlah pemilih untuk early voting. Namun, Partai Republik dalam beberapa pekan terakhir telah memperkecil selisih jumlah pemilih untuk early voting.

(nvc/ita)