Menlu AS ke Sri Lanka, China Ingatkan Jangan Memaksa dan Menggertak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 09:38 WIB
Secretary of State Mike Pompeo delivers a statement on Iraq and Syria, at President Donald Trumps Mar-a-Lago property, Sunday, Dec. 29, 2019, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/ Evan Vucci)
Menlu AS Mike Pompeo (Foto: AP Photo/ Evan Vucci)
Jakarta -

China memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak "memaksa dan menggertak" Sri Lanka saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo tiba di negara tersebut.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (28/10/2020), Pompeo diperkirakan akan meminta Sri Lanka untuk membuat pilihan "sulit" dalam hubungannya dengan China, yang telah memberikan investasi penting dan dukungan diplomatik dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami dengan tegas menentang Amerika Serikat mengambil kesempatan dari kunjungan Menteri Luar Negeri untuk menabur dan mencampuri hubungan China-Sri Lanka, dan untuk memaksa dan menggertak Sri Lanka," kata Kedutaan China dalam sebuah pernyataan.

Pompeo akan tiba di Sri Lanka dari India, di mana dia meningkatkan komentar anti-China yang disebut-sebut menjadi tema tur Asia yang juga akan membawanya ke Maladewa dan Indonesia.

Diplomat tertinggi AS untuk Asia Selatan, Dean Thompson, mengatakan sebelum tur Asia itu, bahwa Pompeo akan meminta Sri Lanka untuk meninjau opsi-opsi yang ditawarkan oleh Washington.

Menteri Pendidikan Sri Lanka Gamini Peiris membantah klaim oposisi bahwa kunjungan itu untuk menyelesaikan pakta militer kontroversial yang akan memungkinkan akses gratis pasukan AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2