Kasus Corona Melonjak, Katalonia Spanyol Pertimbangkan Lockdown Akhir Pekan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 03:21 WIB
A woman wearing a face mask walks past a graffiti in Barcelona on October 21, 2020. - Spain has become one of the pandemics hotspots in the European Union, with close to 975,000 registered cases and nearly 34,000 deaths. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Seorang wanita menggunakan masker di Barcelona (Foto: AFP/LLUIS GENE)
Barcelona -

Wilayah Katalonia, Spanyol pada Senin mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari penerapan lockdown khusus akhir pekan untuk mengendalikan virus Corona. Sehari sebelumnya, telah diberlakukan jam malam di seluruh Spanyol.

"Ini adalah skenario yang dibahas karena selama akhir pekan ada lebih banyak interaksi sosial," kata juru bicara pemerintah daerah, Meritxell Budo kepada radio publik Catalan seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2020).

Infeksi telah melonjak dalam beberapa hari terakhir di wilayah timur laut yang kaya. Spanyol pada pekan lalu menjadi negara Uni Eropa yang melampaui sejuta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

Guna mencoba menekan tingkat infeksi, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez pada Minggu (25/10) kemarin menyatakan keadaan darurat nasional dan jam malam yang mencangkup seluruh Spanyol kecuali Kepulauan Canary.

Dia mengatakan pemerintah ingin menghindari terulangnya lockdown nasional yang diberlakukan pada Maret lalu selama gelombang pertama pandemi Corona dan baru dicabut pada bulan Juni.

Di tempat lain di dunia, Israel, Irlandia dan Wales baru-baru ini memberlakukan lockdown yang membatasi orang keluar rumah kecuali alasan penting. Langkah ini sebagai upaya mencegah penularan Corona.

"Kami harus menghindari lockdown total seperti yang kami lakukan pada bulan Maret, kecuali benar-benar diperlukan dan itu adalah satu-satunya plihan. Kami harus melihat skenario lain dan ini adalah salah satunya," kata Budo dalam referensi lockdown akhir pekan.

(lir/lir)