Serangan Udara Rusia Tewaskan 56 Petempur Pemberontak di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 18:35 WIB
A warplane carries out a bombing run above Syria near the Israeli-Syrian border as it is seen from the Israeli-occupied Golan Heights , Israel July 24, 2018. REUTERS/Ammar Awad
ilustrasi (Foto: REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta -

Setidaknya 56 petempur pemberontak tewas dan 100 orang lainnya terluka dalam serangan udara oleh pesawat tempur Rusia di sebuah kamp pelatihan militer di barat laut Suriah pada hari Senin (26/10) ini.

Demikian dilaporkan kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/10/2020).

Kamp itu terletak di provinsi Idlib, dekat perbatasan Turki dan milik Faylaq al-Sham, aliansi pemberontak Sunni yang bersekutu dengan Turki, kata Observatorium.

Rusia, sekutu pemerintah Suriah, menjadi perantara gencatan senjata bersama Turki pada Maret lalu, yang bertujuan meredakan serangan militer pimpinan Damaskus terhadap kubu pemberontak terakhir yang tersisa di negara itu di Idlib. Pertempuran itu telah membuat hampir satu juta orang mengungsi.

Sebelumnya, serangan pesawat tak berawak AS pada pekan lalu menewaskan lima warga sipil dan 17 petempur militan, demikian menurut Observatorium.

Pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, telah menyudutkan para pemberontak di kantong wilayah dekat perbatasan dengan Turki.

Ankara mengirim ribuan pasukan Turki ke wilayah itu tahun ini dalam upaya menghentikan militer Suriah dan membendung arus pengungsi ke Turki.

Suriah telah mengalami lebih dari sembilan tahun konflik antara pemerintah dan petempur pemberontak sejak aksi protes tahun 2011 terhadap Presiden Bashar Assad.

(ita/ita)