International Updates

Sudan-Israel Akan Normalisasi Hubungan, Wali Kota Prancis Diancam Dipenggal

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 16:37 WIB
(COMBO) This combination of pictures created on October 24, 2020 shows (L to R) Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu during a cabinet meeting in Jerusalem on July 29, 2018; and Sudans Prime Minister Abdullah Hamduk during a meeting in the capital Khartoum on July 26, 2020. - Sudan and Israel agreed on Otober 23 to normalise relations, in a US-brokered deal to end decades of hostility that was widely welcomed but stirred Palestinian anger. The announcement makes Sudan, technically at war with Israel since its 1948 foundation, the fifth Arab country to forge diplomatic relations with the Jewish state. (Photos by Sebastian Scheiner and ASHRAF SHAZLY / various sources / AFP)
PM Israel, Benjamin Netanyahu dan PM Sudan, Abdalla Hamdok (AFP/ASHRAF SHAZLY)
Jakarta -

Otoritas Sudan mengumumkan rencana menormalisasi hubungan dengan Israel, dengan mediasi Amerika Serikat (AS). Seorang Wali Kota di wilayah Prancis menerima ancaman yang menyatakan dirinya akan dipenggal, sepekan setelah pemenggalan seorang guru mengejutkan publik setempat.

Sudan akan menjadi negara Arab kelima dan negara Teluk Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Diketahui bahwa Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah terlebih dulu mencapai kesepakatan damai dengan Israel.

Sementara itu, Wali Kota Bron, Jeremie Breaud, mengungkapkan dirinya menerima ancaman dalam bentuk coretan grafiti. Via Twitter, dia memposting foto yang menunjukkan grafiti di sebuah tembok di kota Bron yang berbunyi: "Jeremy Breaud, kami akan memenggal kepala Anda."

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (24/10/2020):

- Sudan Umumkan Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Otoritas Sudan mengonfirmasi negaranya akan menormalisasi hubungan dengan Israel, mengakhiri permusuhan sengit selama beberapa dekade. Rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel ini masih dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2020), rencana normalisasi ini diumumkan setelah dilakukan pembicaraan antara Perdana Menteri (PM) Sudan, Abdalla Hamdok, dengan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel, Benjamin Netanyahu.

"Sudan dan Israel setuju untuk menormalisasi hubungan mereka, untuk mengakhiri agresi di antara mereka," demikian dilaporkan televisi nasional Sudan, menyampaikan isi pernyataan gabungan antara Sudan, Israel dan AS.

- Palestina Tolak Normalisasi Hubungan Antara Sudan dan Israel

Palestina menolak dan mengecam dengan keras rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Ditegaskan Palestina bahwa tidak ada pihak yang memiliki hak untuk bicara atas nama Palestina.

"Negara Palestina hari ini menyatakan kecaman dan penolakan terhadap kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel yang merebut tanah Palestina," demikian pernyataan kantor Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2020).

"Tidak ada yang memiliki hak untuk berbicara atas nama rakyat Palestina dan perjuangan Palestina," tegas pernyataan itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2