Usai Pemenggalan Guru, Wali Kota Prancis Diancam Akan Dipenggal

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 11:50 WIB
Polisi mengamati keheningan satu menit di Bordeaux sebagai penghormatan kepada guru sejarah Samuel Paty (Philippe LOPEZ AFP / File)
Wali Kota Bron yang diancam dipenggal akan mendapat perlindungan polisi Prancis (Philippe LOPEZ AFP/File)
Paris -

Seorang Wali Kota di wilayah Prancis menerima sejumlah ancaman yang menyatakan kepalanya akan dipenggal. Ancaman itu diterima sekitar sepekan setelah seorang guru sejarah bernama Samuel Paty tewas dipenggal oleh seorang pemuda 18 tahun.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/10/2020), Wali Kota Bron, Jeremie Breaud, menuturkan bahwa beberapa ancaman disampaikan dalam bentuk coretan grafiti. Via Twitter, dia memposting foto yang menunjukkan grafiti di sebuah tembok di kota Bron yang berbunyi: "Jeremy Breaud, kami akan memenggal kepala Anda."

"Ancaman-ancaman ini harus ditangani secara serius," ucap Breaud kepada media lokal, BFM TV.

Tidak diketahui secara jelas motif di balik ancaman tersebut. Pihak kepolisian setempat tengah menyelidiki ancaman tersebut dan mencari tahu dalangnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, menyatakan dukungan untuk Breaud via Twitter. Dia juga menyatakan sang Wali Kota akan mendapatkan perlindungan kepolisian. Breaud menambahkan bahwa dirinya telah menerima tawaran perlindungan polisi.

Ancaman terhadap Breaud ini diterima setelah pada 16 Oktober lalu, seorang guru bernama Samuel Paty tewas dipenggal di luar sekolah tempatnya mengajar di pinggiran Prancis. Pelaku pemenggalan yang merupakan seorang pemuda keturunan Chechnya, tewas ditembak polisi usai beraksi.

Disebutkan otoritas Prancis bahwa pelaku menyerang Paty setelah dia menggunakan karikatur Nabi Muhammad saat membahas soal kebebasan berekspresi dalam salah satu kelasnya.

(nvc/rdp)