Round-Up

Saling Berbalas Olokan Trump Vs Biden di Debat Pamungkas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 20:05 WIB
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden points toward President Donald Trump during the second and final presidential debate Thursday, Oct. 22, 2020, at Belmont University in Nashville, Tenn. (AP Photo/Morry Gash, Pool)
Foto: Donald Trump dan Joe Biden di debat capres AS (AP/Morry Gash)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan rivalnya dari Demokrat, Joe Biden saling berbalas olokan di debat capres pamungkas. Trump mengejek Biden soal lockdown. Sedangkan Biden mengungkit penanganan Corona.

Dilansir CNN, Jumat (23/10/2020) setelah perdebatan soal virus Corona, perbedaan utama yang ingin dibuat oleh Donald Trump adalah keengganannya untuk penguncian (lockdown) lebih lanjut untuk mencegah penularan. Dia pun melontarkan olokan pada Biden.

"Kita tidak bisa menutup negara kita," kata Trump. "Kita tidak bisa mengunci diri kita sendiri di ruang bawah tanah seperti yang dilakukan Joe."

Selain itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020), undang-undang (UU) tindak kejahatan tahun 1994 yang mengatur hukuman lebih berat untuk kasus kepemilikan narkoba menjadi salah satu pembahasan kedua capres dalam debat terakhir di Nashville, Tennessee itu.

Moderator debat, Kristen Welker dari NBC, menjelaskan bahwa UU yang didukung Biden saat dia menjadi Senator AS tahun 1980-an dan 1990-an telah berkontribusi pada penahanan puluhan ribu pemuda kulit hitam yang kedapatan memiliki narkoba meskipun dalam jumlah kecil. UU ini disebut memicu penderitaan bagi banyak keluarga kulit hitam di AS hingga saat ini. Welker meminta Biden memberikan penjelasan terkait dukungannya pada masa lalu.

"100 Senator memberikan dukungan untuk rancangan undang-undang (RUU) soal narkoba dan cara menangani kasus narkoba. Itu adalah sebuah kesalahan," sebut Biden dalam jawabannya.

"Itulah mengapa saya telah berargumen bahwa, pada kenyataannya, kita tidak seharusnya mengirimkan siapapun ke penjara untuk pelanggaran narkoba murni. Mereka semuanya harus menjalani perawatan. Untuk itulah kita harus menghabiskan anggaran," cetusnya.

"Itulah sebabnya saya mendirikan pengadilan narkoba, yang tidak pernah didanai oleh teman-teman Republikan. Mereka tidak seharusnya masuk penjara karena masalah narkoba atau alkohol. Mereka harus menjalani perawatan. Itulah yang kami coba lakukan. Itulah yang akan saya lakukan," jelas Biden.

Trump menimpali Biden dengan melontarkan sindiran dan ejekan. Dia menyebut Biden hanya banyak bicara tanpa ada tindakan secara konkret.

"Tapi mengapa dia tidak melakukannya? Itu semua hanya omongan tanpa tindakan dengan para politikus ini. 'Itulah yang akan saya lakukan ketika saya menjadi Presiden'. Anda menjabat Wakil Presiden bersama Obama sebagai Presiden Anda selama 8 tahun. Kenapa Anda tidak melakukannya?" sindir Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2