Round-Up

Tudingan Curi Penelitian Vaksin Corona Bikin Panas Lagi AS Vs China

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 20:31 WIB
Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini.
Foto: Ilustrasi vaksin Corona (Getty Images/Lintao Zhang)

O'Brien juga mengatakan China telah mengkooptasi organisasi internasional dan memaksa mereka untuk memasang peralatan telekomunikasi China di fasilitas mereka. Dia menuduh Partai Komunis memblokir perusahaan asing sambil mensubsidi perusahaannya sendiri.

Selain itu, dia mengatakan proyek internasional andalan China, yang disebut inisiatif Belt and Road, melibatkan penawaran "pinjaman tidak berkelanjutan" kepada negara-negara miskin untuk membangun proyek infrastruktur menggunakan perusahaan dan buruh China.

Ketegangan China dan Amerika Serikat

Beberapa waktu belakangan ini hubungan AS dan China sedang memanas. AS menyerang China lewat beberapa tuduhan, dari mulai soal pandemi Corona hingga masalah HAM di Xinjiang.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengungkapkan inisiatif baru untuk memperkuat dan memperluas aliansi AS. Yakni dengan "demokrasi yang berpikiran sama" untuk melawan Rusia dan China.

Dilansir AFP, Rabu (21/10/2020) Esper mengatakan Pentagon akan secara sistematis memantau dan mengelola hubungannya dengan negara-negara mitra, yang bertujuan untuk menemukan cara guna mengoordinasikan militer dan juga untuk memajukan penjualan senjata AS.

Inisiatif, yang disebut Panduan untuk Pembangunan Aliansi dan Kemitraan (GDAP) tersebut, disampaikan hanya dua minggu sebelum pemilihan presiden AS yang mana--jika Presiden Donald Trump kalah--Esper bisa diganti pada bulan Januari.

Halaman

(rdp/rdp)