Round-Up

Tudingan Curi Penelitian Vaksin Corona Bikin Panas Lagi AS Vs China

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 20:31 WIB
Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini.
Foto: Ilustrasi vaksin Corona (Getty Images/Lintao Zhang)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) kembali melontarkan serangan kepada China. Kali ini, AS lewat penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump menuding China hendak mencuri penelitian vaksin Corona.

Dilansir dari Channel News Asia dan Reuters, Kamis (22/10/2020) Trump mengidentifikasi China sebagai pesaing utama Amerika Serikat, dan menuduh Partai Komunis China mengambil keuntungan atas perdagangan dan tidak mengatakan yang sebenarnya atas wabah virus Corona, yang dia sebut "wabah China".

Penasihat keamanan Trump, Robert O'Brien mengatakan kepada para pejabat tinggi militer dan intelijen Inggris dan AS bahwa China adalah kekuatan pemangsa yang menekan rakyatnya dan berusaha memaksa tetangga dan kekuatan Barat.

"PKT (Partai Komunis Tiongkok) mencari dominasi di semua domain dan sektor (dan) berencana untuk memonopoli setiap industri yang penting hingga abad ke-21," kata O'Brien kepada Atlantic Future Forum melalui tautan video ke kapal induk Angkatan Laut HMS Queen Elizabeth.

"Baru-baru ini RRT menggunakan spionase yang mendukung dunia maya untuk menargetkan perusahaan yang mengembangkan vaksin dan perawatan COVID di Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat sambil menggembar-gemborkan perlunya kerja sama internasional," kata O'Brien.

China di bawah Presiden Xi Jinping, mengatakan Barat - dan Washington khususnya - dicengkeram oleh histeria anti-China, pemikiran kolonial dan kemarahan karena China saat ini menjadi salah satu dari dua ekonomi teratas dunia.

Kenaikan ekonomi dan militer China selama 40 tahun terakhir dianggap sebagai salah satu peristiwa geopolitik paling signifikan akhir-akhir ini, di samping jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 yang mengakhiri Perang Dingin.

Selanjutnya
Halaman
1 2