International Updates

Paus Dukung Persatuan Sipil Pasangan Sejenis, Demonstran Ultimatum PM Thailand

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 19:17 WIB
In this image made from UNTV video, Pope Francis speaks in a pre-recorded message which was played during the 75th session of the United Nations General Assembly, Friday, Sept. 25, 2020, at UN headquarters, in New York. (UNTV via AP)
Paus Fransiskus (Foto: UNTV via AP)
Jakarta -

Paus Fransiskus mengatakan bahwa menurutnya pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk memiliki persatuan sipil yang diakui secara hukum. Hal ini disampaikan Paus dalam sebuah film dokumenter terbaru.

Kendati demikian, Paus Fransiskus tetap tidak mengubah pandangannya yang menentang pernikahan sejenis. Dia menegaskan bahwa pernikahan seharusnya hanya antara seorang pria dan wanita. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (22/10/2020).

Dalam dokumenter yang ditayangkan perdana di Festival Film Roma, pada Rabu (21/10) waktu setempat, Paus Fransiskus menyebut pasangan sesama jenis sebagai 'anak-anak Tuhan'.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (22/10/2020):

- Demonstran Beri Waktu 3 Hari Bagi PM Thailand untuk Mundur

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayuth Chan-o-Cha, akan mencabut dekrit darurat yang melarang demonstrasi demi meredakan situasi yang memanas akibat unjuk rasa pro-demokrasi. Namun, para demonstran menyatakan langkah itu tidak cukup dan memberi waktu 3 hari kepada PM Prayuth untuk segera mengundurkan diri.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (22/10/2020), PM Prayuth mengungkapkan rencana mencabut dekrit darurat itu dalam pidato yang ditayangkan televisi setempat pada Rabu (21/10) waktu setempat. Dekrit darurat yang diterapkan sejak pekan lalu itu melarang pertemuan politik, termasuk demonstrasi, yang dihadiri lima orang atau lebih dan melarang publikasi informasi yang dianggap mengancam keamanan.

Penerapan dekrit darurat itu justru memicu unjuk rasa besar-besaran yang diikuti puluhan ribu orang pada pekan lalu, yang tercatat sebagai unjuk rasa terbesar dari rentetan unjuk rasa selama tiga bulan terakhir yang menuntut pengunduran diri PM Prayuth dan menyerukan reformasi untuk membatasi kekuasaan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn.

- Gadis 14 Tahun Dapat Ratusan Juta Atas Penelitian Obat Potensial Corona

Seorang remaja putri India-Amerika telah dianugerahi hadiah uang US$ 25.000 (sekitar Rp 366 juta) atas penelitiannya untuk menemukan pengobatan untuk virus Corona. Anika Chebrolu (14) dari Texas, AS telah memenangkan Tantangan Ilmuwan Muda 3M 2020 (3M Young Scientist Challenge) atas karyanya pada obat potensial untuk mengobati COVID-19.

Anak sekolah tersebut telah mengembangkan molekul yang dapat mengikat protein tertentu dari virus Corona dan mencegahnya berfungsi.

"Saya mengembangkan molekul ini yang dapat mengikat protein tertentu pada virus SARS-CoV-2. Dengan mengikat protein ini ke molekul, akan menghentikan fungsi protein tersebut," kata siswa kelas delapan itu seperti dikutip oleh ABC News dan dilansir NDTV, Kamis (22/10/2020).

- 45 Anggota Parlemen AS Desak Pemerintah Boikot KTT G20 di Arab Saudi

Sebanyak 45 anggota parlemen Amerika Serikat (AS) telah mendesak pemerintah AS untuk memboikot KTT G20 bulan depan di Riyadh, Arab Saudi. Mereka menganggap boikot perlu dilakukan terkait masalah-masalah hak asasi manusia (HAM) Saudi.

Dilansir AFP, Kamis (22/10/2020) surat dari para anggota Kongres AS kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo itu disampaikan setelah anggota parlemen Eropa mengeluarkan resolusi bulan ini, yang menyerukan Uni Eropa untuk mengurangi tingkat kehadirannya di KTT G20, juga atas masalah HAM.

Di antara serangkaian tuntutan, anggota Kongres meminta Riyadh untuk membebaskan para aktivis yang dipenjara, mengakhiri kampanye militernya di negara tetangga Yaman, dan memberikan pertanggungjawaban atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 di Istanbul, Turki.

"Sebagai negara terkemuka di dunia dalam demokrasi dan hak asasi manusia, pemerintah kita harus menuntut perubahan dramatis terhadap catatan pelanggaran hak asasi manusia yang buruk di Arab Saudi," kata surat itu, dilihat oleh AFP.

- Menlu AS Akan Bahas Soal China dalam Lawatan ke India-Sri Lanka-Indonesia

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa dia akan menyampaikan kekhawatiran tentang China saat dia melakukan kunjungan ke India, Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia pekan depan.

Pompeo dan Menteri Pertahanan Mark Esper akan mengunjungi New Delhi, India awal pekan depan untuk bertemu para pejabat India, yang hubungannya dengan China memburuk secara tajam tahun ini karena bentrokan mematikan di perbatasan.

Pompeo mengatakan dia kemudian akan mengunjungi Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia.

- Paus Fransiskus Dukung Persatuan Sipil Bagi Pasangan Sesama Jenis

Paus Fransiskus mengatakan bahwa menurutnya pasangan sesama jenis harus diizinkan untuk memiliki persatuan sipil yang diakui secara hukum. Hal ini disampaikan Paus dalam sebuah film dokumenter terbaru.

Kendati demikian, Paus Fransiskus tetap tidak mengubah pandangannya yang menentang pernikahan sejenis. Dia menegaskan bahwa pernikahan seharusnya hanya antara seorang pria dan wanita. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (22/10/2020).

Dalam dokumenter yang ditayangkan perdana di Festival Film Roma, pada Rabu (21/10) waktu setempat, Paus Fransiskus menyebut pasangan sesama jenis sebagai 'anak-anak Tuhan'.

"Mereka ini anak-anak Tuhan, mereka memiliki hak atas sebuah keluarga," cetus Paus Fransiskus dalam dokumenter tersebut.

Simak video 'Isu Paus Dukung LGBT Berawal dari Film Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)