Pria AS Didakwa Atas Ancaman Memukuli Joe Biden Hingga Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 15:41 WIB
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden boards his campaign plane at Miami International Airport in Miami, Monday, Oct. 5, 2020, to travel home to Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik)
Joe Biden (AP Photo/Andrew Harnik)
Maryland -

Seorang pria Amerika Serikat (AS), didakwa mengancam calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat, Joe Biden dan calon wapresnya (cawapres) Kamala Harris. Ancaman yang disampaikan dalam bentuk surat itu menyebut Biden akan disekap dan dipukuli hingga tewas.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (22/10/2020), James Dale Reed (42) yang berasal dari Frederick, Maryland, didakwa meninggalkan surat tulisan tangan yang berisi ancaman untuk pendukung Biden-Harris. Surat itu ditinggalkan di depan rumah warga yang memasang papan dukungan untuk capres-cawapres Partai Demokrat itu.

"Kami memiliki daftar rumah dan alamat dengan tanda pemilu Anda," demikian bunyi surat ancaman tersebut.

"Kami adalah orang-orang dengan senjata menakutkan itu, kami adalah orang-orang yang menjadi mimpi buruk anak-anak Anda ... Ketika kami menangkap Kakek Biden, kami semua akan memukulinya hingga tewas," imbuh surat tersebut.

Dalam surat tersebut juga memuat ancaman tindak kekerasan seksual terhadap Harris.

Warga yang menerima surat itu, yang tidak disebut namanya, mengaku tidak mengenal Reed. Namun mereka mengakui memang memasang papan dukungan untuk Biden dan Harris di depan rumah mereka.

Departemen Kehakiman AS menyatakan para penyidik berhasil mengidentifikasi Reed berkat kamera yang dipasang di pintu depan rumah warga tersebut. Jaksa setempat menyatakan Reed awalnya menyangkal dirinya yang meninggalkan surat ancaman itu di depan rumah warga, namun belakangan dia mengakuinya.

Kasus terhadap Reed ini muncul pada saat yang sama ketika kelompok hal sipil memperingatkan soal potensi warga-warga sipil bersenjata yang mendatangi tempat-tempat pemungutan suara untuk memancing aksi kekerasan atau berupaya mengintimidasi pemilih secara ilegal.

(nvc/ita)