Round-Up

Sadis Murid Penggal Guru Sejarah Prancis, Macron Makin Geram ke Teroris

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 05:25 WIB
Seorang guru dipenggal di Prancis, Presiden Macron menyatakannya sebagai serangan teroris
Foto: BBC World
Paris -

Guru sejarah di Paris, Prancis, bernama Samuel Paty (47) dipenggal oleh muridnya sendiri. Guru sejarah itu dibunuh usai memperlihatkan kartun Nabi Muhammad SAW dalam salah satu sesi pelajaran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi tempat kejadian perkara dan menyebut pembunuhan itu sebagai 'serangan teroris Islamis'. Macron mengatakan guru itu dibunuh karena 'mengajarkan kebebasan berekspresi'.

Para pemimpin Muslim Prancis mengutuk pembunuhan tersebut, yang oleh banyak tokoh publik dianggap sebagai serangan terhadap esensi kenegaraan Prancis dan nilai-nilai sekularisme, kebebasan beribadah dan kebebasan berekspresi.

Tareq Oubrou, imam masjid Bordeaux, membantah pembunuhan itu menandai benturan peradaban.

"Ini bukan peradaban yang membunuh orang yang tidak bersalah, itu adalah kebiadaban," kata Oubrou kepada France Inter, seraya menambahkan bahwa serangan mematikan oleh para militan Islam atau simpatisan mereka menghancurkan komunitas Muslim Prancis.

Serangan itu terjadi di pinggiran Paris, pada Jumat (16/10) waktu setempat sekitar pukul 5 sore dekat sebuah sekolah di Conflans Saint-Honorine, pinggiran barat laut yang terletak sekitar 30 kilometer dari pusat ibu kota Prancis.

Penyerang yang bersenjatakan pisau ditembak ketika petugas berusaha menangkapnya setelah serangan itu. Setelah ditelusuri, pelaku yakni Abdullakh Anzorov (18).

Anzorov merupakan pendatang di Prancis. Ia tiba di Prancis dan mencari suaka sejak ia berusia 6 tahun.

Sumber kepolisian mengatakan, 10 orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan itu diamankan. Dua di antaranya orang tua murid di College du Bois d'Aulne, tempat guru itu bekerja.

(isa/isa)