Puluhan Orang Tewas Dalam Serangan Kelompok Jihadis di Somalia

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 01:26 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: AFP)
Mogadishu -

Puluhan tentara dan pemberontak tewas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah Somalia dan kelompok jihadis Al Shabaab di barat laut Ibu Kota Mogadishu. Serangan diketahui terjadi selama dua hari.

Dilansir Reuters, Jumat (16/10/2020) kantor berita negara Somalia, Sonna mengatakan militer telah membunuh sekitar 50 pejuang dari kelompok Islam yang bersekutu dengan Al Qaeda. Sedangkan tidak ada laporan langsung tentang pertempuran tersebut dari para jihadis.

Seorang petani di daerah Afgoye, Hussein Ali mengatakan kepada Reuters bahwa dia dan warga sipil lainnya telah terjebak dalam baku tembak selama dua malam pertempuran.

"Pemerintah Somalia mengangkut puluhan jenazah. Demikian pula, Al Shabaab mengambil puluhan jenazah mereka. Kedua belah pihak mengalami pukulan," kata Ali, sambil menambahkan bahwa dia telah menghitung sedikitnya 20 mayat di kedua sisi.

Kantor berita Sonna mengatakan bahwa di antara geliryawan yang tewas adalah seorang komandan yang diidentifikasi sebagai Osman il Fidow. "Al Shabaab menguburkan mayatnya di desa lain bernama Bulo Yerey," katanya.

Baik militer Somalia maupun Al Shabaab tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. Kedua belah pihak sering memberikan angka kematian yang sangat berbeda dalam pertempuran kecil.

Al Shabaab telah berjuang selama lebih dari sepuluh tahun untuk menggulingkan pemerintah pusat negara dan menetapkan aturan berdasarkan interpretasi yang ketat terhadap hukum syariah Islam.

Kelompok ini sering melakukan serangan senjata dan pemboman terhadap target militer dan sipil. Mereka juga melakukan serangan terhadap target regional, terutama di negara Kenya.

(lir/lir)