Kasus Corona Turun, Australia Menuju Pelonggaran Lockdown

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 17:43 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - SEPTEMBER 10: A lone tram travels past a deserted Flinders Street on September 10, 2020 in Melbourne, Australia. Melbourne residents are currently experiencing some of the strictest and longest coronavirus lockdown measures in the world as Victoria continues to work to contain a second wave of COVID-19 infections. Under stage 4 lockdown restrictions, which came into effect on 2 August 2020, people are only allowed to leave home to give or receive care, shopping for food and essential items, daily exercise and work while an overnight curfew from 8pm to 5am is also in place. Originally scheduled to end on September 13, Melbournes tough stage four lockdown has been extended for a further two weeks after the Victorian government announced COVID-19 case numbers remained too high for a safe return to a more normal way of life. (Photo by Asanka Ratnayake/Getty Images)
Foto: Getty Images/Asanka Ratnayake
Melbourne -

Warga Australia bisa kembali lega ketika lockdown dilonggarkan kembali akhir pekan ini. Jumlah virus Corona di negara itu mencapai titik terendah dalam empat bulan pada hari Jumat (16/10/2020).

Dilansir AFP, Jumat (16/10) negara bagian Victoria mencatat hanya dua infeksi virus Corona baru selama 24 jam sebelumnya, menandakan langkah besar menuju pembukaan kembali Melbourne, kota terbesar kedua di negara itu, setelah berbulan-bulan terkunci.

"Kita berada di posisi yang tepat untuk mengambil langkah signifikan pada hari Minggu," kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews kepada media di Melbourne. "Hari ini adalah hari yang sangat positif," imbuhnya.

Tetapi langkah selanjutnya dari penguncian (lockdown) masih akan relatif konservatif, katanya, menyoroti kebutuhan untuk menjaga langkah-langkah jarak sosial untuk menghindari wabah lain.

Australia mulai melonggarkan pembatasan pada Juni ketika sistem karantina hotel yang ceroboh di Melbourne menyebarkan virus Corona ke masyarakat, memicu gelombang kedua yang menginfeksi ribuan orang dan menewaskan lebih dari 800 orang.

Setelah berbulan-bulan pembatasan termasuk jam malam di Melbourne, larangan pertemuan publik, pemimpin negara itu pada hari Jumat (15/10) memberi selamat kepada warga Victoria karena telah menekan wabah tersebut.

"Sudah waktunya untuk memastikan bahwa kita sekarang dapat bergerak maju dan memberi warga Victoria dan Melbourne kesempatan untuk membangun kembali, untuk memulihkan apa yang telah hilang begitu parah," kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Dia juga mengumumkan perluasan pusat karantina di utara negara itu untuk memungkinkan lebih banyak orang Australia yang terdampar di luar negeri untuk kembali ke rumah.

Batasan ketat pada jumlah pelancong yang diizinkan masuk ke negara itu menyebabkan sekitar 30.000 warga terdampar di luar negeri.

Selanjutnya
Halaman
1 2