Rumah Sakit Belanda Minta Bantuan Jerman Tangani Pasien COVID-19

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:50 WIB
Langkah lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona telah diterapkan di sejumlah negara. Indonesia rencananya akan menerapkan sistem lockdown seperti Belanda.
Ilustrasi (AP/Peter Dejong)
Amsterdam -

Sejumlah rumah sakit di Belanda meminta bantuan rumah sakit di Jerman untuk menangani pasien-pasien virus Corona (COVID-19) dari wilayahnya. Permintaan bantuan ini disampaikan saat jumlah pasien Corona yang dirawat di rumah sakit Belanda melonjak dua kali lipat dalam sepekan terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (16/10/2020), otoritas Belanda melaporkan jumlah pasien Corona yang dirawat di rumah sakit melonjak ke angka 1.526 pasien. Oleh karena itu, sejumlah rumah sakit di Jerman diminta untuk mengambil pasien-pasien dari rumah sakit di Belanda.

"Kami akan meminta lagi pemindahan ke rumah sakit di Jerman," ucap Kepala Asosiasi Rumah Sakit Belanda, LNAZ, kepada wartawan setempat.

Belanda memasuki lockdown sebagian setelah muncul wabah baru Corona di Eropa, dengan jumlah kasus mencapai rekor tertinggi nyaris setiap hari sejak pertengahan September. Total kasus Corona di Belanda melonjak dua kali lipat hanya dalam tiga minggu.

Menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU), total kasus Corona di Belanda saat ini mencapai 209.799 kasus, dengan 6.749 kematian.

Lonjakan kasus di Belanda memaksa rumah-rumah sakit untuk mengurangi perawatan rutin, dan melihat sejumlah bangsal darurat ditutup sementara.

Pemerintah Belanda menutup semua bar dan restoran di wilayahnya, setidaknya selama empat pekan mulai Rabu (14/10) malam waktu setempat. Otoritas setempat juga membatasi jumlah pengunjung dan memerintahkan pemakaian masker kain di area-area indoor.

Tanpa pembatasan ketat semacam itu, LNAZ memperingatkan bahwa lebih dari 75 persen perawatan reguler di rumah sakit harus ditunda hingga akhir November. Rumah sakit di Belanda sebelumnya telah memindahkan sejumlah pasien Corona ke Jerman saat gelombang pertama.

(nvc/ita)