Navalny Diracun, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Para Pembantu Senior Putin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 19:47 WIB
FILE - In this Wednesday, Sept. 5, 2018 file photo Russian opposition leader Alexei Navalny stands during a break in the hearing on his appeal in a court in Moscow, Russia. The German hospital treating Russian opposition leader Alexei Navalny says he has been taking out of an induced coma and is responsive. Berlins Charite hospital said Monday that Navalnys condition has further improved, allowing doctors to end the medically induced coma and gradually ease him off mechanical ventilation. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Alexei Navalny (Foto: AP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta -

Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada para pembantu senior Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk pria yang dikenal sebagai juru masaknya, atas peracunan tokoh oposisi Alexei Navalny dan campur tangan Kremlin dalam perang saudara di Libya.

Uni Eropa mengatakan Yevgeny Prigozhin, yang dijuluki "koki Putin" karena perusahaannya menyediakan katering untuk Kremlin, telah merusak perdamaian di Libya dengan mendukung perusahaan militer swasta Grup Wagner.

Enam orang lainnya, termasuk kepala agen mata-mata domestik Rusia, FSB, dijatuhi sanksi atas upaya pembunuhan Navalny dengan menggunakan agen saraf Novichok.

Prigozhin, seorang taipan kaya yang dekat dengan Putin, sudah dikenai sanksi AS atas hubungannya dengan tentara bayaran Wagner, yang telah dituduh mencampuri berbagai konflik di Afrika.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa mengatakan Prigozhin memiliki "hubungan dekat, termasuk secara finansial, dengan perusahaan militer swasta Wagner Group".

"Dengan cara ini, Prigozhin terlibat dan memberikan dukungan untuk aktivitas Grup Wagner di Libya, yang mengancam perdamaian, stabilitas, dan keamanan negara," demikian disampaikan Uni Eropa seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/10/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2