9 Juta Orang Dites Corona dalam Sepekan, China Pakai Metode Batch Testing

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 16:10 WIB
A medical staff takes a swab from a woman as residents line up for the COVID-19 test near the residential area in Qingdao in east Chinas Shandong province, Monday, Oct. 12, 2020. Chinas government says all 9 million people in the eastern city of Qingdao will be tested for the coronavirus this week after nine cases linked to a hospital were found. The announcement Monday broke a string of weeks without any locally transmitted infections reported in China. (Chinatopix via AP)
Tes Corona massal di Qingdao, China (Chinatopix via AP)
Beijing -

Otoritas kesehatan di kota Qingdao, China, mempercepat tes virus Corona (COVID-19) terhadap seluruh penduduknya yang berjumlah 9 juta orang. Dalam misi tes Corona massal yang digelar sepekan ini, otoritas kota Qingdao menggunakan metode batch testing, atau memeriksa beberapa sampel sekaligus dalam satu waktu.

Seperti dilansir CNN, Rabu (14/10/2020), metode batch testing diketahui menggabungkan 10 sampel sekaligus. Jika ada hasilnya yang positif Corona, maka 10 orang pemilik sampel itu akan dikarantina dan kembali dites secara individual.

Metode ini dianggap efektif oleh otoritas setempat. Wakil Direktur Kota Qingdao, Chen Wansheng, mengumumkan bahwa sejauh ini sudah lebih dari 7,5 juta orang menjalani tes Corona yang dimulai sejak awal pekan ini.

Total populasi di kota Qingdao mencapai 9 juta jiwa. Tes Corona massal diumumkan pada awal pekan ini setelah otoritas setempat mendeteksi 12 kasus penularan lokal pada akhir pekan lalu.

"Kami perlu menguji seluruh populasi dalam waktu lima hari. Beban kerja kami sangat besar, dan waktu kami sangat ketat," ucap Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Qingdao, Zhang Huaqiang.

Dari 7,5 juta orang yang telah menjalani tes, baru sekitar 4 juta orang yang hasilnya telah keluar. Diungkapkan Chen bahwa hasil tes dari 4 juta orang yang sudah keluar itu semuanya dinyatakan negatif Corona. Sejauh ini, belum ada kasus baru yang ditemukan dari tes Corona massal ini.

Secara terpisah, seorang pakar media Hong Kong mempertanyakan efektivitas dari metode batch testing. Dr Jin Dongyan, seorang profesor virologi dari Universitas Hong Kong, menuturkan kepada CNN bahwa metode tes massal semacam itu hanya 'membuang-buang sumber daya' dalam banyak situasi, karena pasien Corona biasanya teridentifikasi dalam rentang waktu tertentu. Kasus-kasus tersembunyi, menurut Dr Jin, tidak bisa diidentifikasi sekaligus.

(nvc/rdp)