Rusia-AS Kirimkan 3 Astronaut ke ISS via Jalur Cepat, Ditempuh Hanya 3 Jam

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:45 WIB
In this handout photo released by Roscosmos, U.S. astronaut Kate Rubins, left, Russian cosmonauts Sergey Ryzhikov, center, and Sergey Kud-Sverchkov, members of the main crew to the International Space Station (ISS), pose for a picture during a news conference at the Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, Tuesday, Oct. 13, 2020. The new Soyuz mission to the International Space Station is scheduled on Wednesday, Oct. 14. (Roscosmos Space Agency Press Service via AP)
Satu astronaut NASA dan dua kosmonaut Roscosmos yang dikirimkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) (Roscosmos Space Agency Press Service via AP)
Nur-Sultan -

Rusia dan Amerika Serikat (AS) sukses mengirimkan dua kosmonaut dan satu astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Untuk pertama kalinya, ketiga awak luar angkasa itu dikirimkan dengan menggunakan manuver jalur cepat untuk mencapai pos orbit terdepan, yang ditempuh hanya dalam waktu 3 jam.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (14/10/2020), astronot Kate Rubins dari Badan Antariksa AS (NASA) bersama kosmonaut Sergey Ryzhikov dan Sergey Kud-Sverchkov dari Badan Luar Angkasa Rusia (Roscosmos) lepas landas dari Bumi pada Rabu (14/10) pagi waktu setempat.

Ketiganya berangkat ke ISS dari fasilitas peluncuran luar angkasa Baikonur di Kazakhstan -- yang disewa Rusia. Para astronaut dan kosmonaut itu akan menghabiskan waktu selama 6 bulan di ISS.

Untuk pertama kalinya, mereka mencoba pendekatan dua orbit selama tiga jam menuju pos luar angkasa yang mengorbit. Sebelumnya, dibutuhkan waktu dua kali lebih lama bagi para awak untuk mencapai ISS.

Di ISS, mereka akan bergabung dengan komandan ISS, Chris Cassidy, dari NASA dan dua kosmonaut Roscosmos, Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner. Mereka berada di ISS sejak April dan dijadwalkan kembali ke Bumi dalam sepekan.

Berbicara dalam konferensi pers sebelum peluncuran pada Selasa (13/10) waktu setempat, Rubins menekankan bahwa para awak menghabiskan waktu beberapa pekan dalam karantina di pusat pelatihan Star City di luar Moskow, Rusia dan kemudian di Baikonur untuk menghindari ancaman virus Corona (COVID-19).

Selanjutnya
Halaman
1 2