Mogok Makan Hampir 80 Hari, Tahanan Palestina di Ambang Kematian

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 15:38 WIB
Poster Maher al-Akhras (49) (AFP Photo)
Foto: Poster Maher al-Akhras (49) (AFP Photo)
Jakarta -

Seorang tahanan Palestina yang melakukan mogok makan selama hampir 80 hari sejak penangkapannya oleh Israel pada akhir Juli, saat ini berada "di ambang kematian". Hal ini diungkap oleh kelompok hak asasi Israel B'Tselem.

Dilansir AFP, Selasa (13/10/2020) Maher al-Akhras (49), ditangkap di dekat Nablus dan ditempatkan dalam penahanan administratif, sebuah kebijakan yang digunakan Israel untuk menahan para tersangka militan tanpa dakwaan.

Pria Palestina yang merupakan ayah enam anak itu melancarkan aksi mogok makan untuk memprotes kebijakan tersebut.

Dia telah ditangkap beberapa kali sebelumnya oleh Israel, yang menuduhnya memiliki hubungan dengan kelompok militan Jihad Islam.

Pada hari Senin (12/10), sekitar 40 orang mengadakan aksi demo di kota Ramallah, Tepi Barat untuk mendukung tahanan tersebut.

"Rakyat kita tidak akan mengecewakan Maher al-Akhras," kata Khader Adnan, salah satu dari mereka yang ambil bagian dalam aksi tersebut.

Adnan meminta masyarakat internasional dan para pemimpin Palestina untuk menekan Israel atas kasus tersebut.

"Berbuatlah lebih banyak dalam beberapa jam mendatang," katanya.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menuntut "pembebasan segera" Akhras, menurut pernyataan di kantor berita resmi Wafa.

Simak juga video 'Israel-UEA-Bahrain Damai, Indonesia Tetap Dukung Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2