Diadili Atas Mutilasi 9 Orang, Pria Jepang Klaim Korban Setuju Dibunuh

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 15:51 WIB
Suspect Takahiro Shiraishi covers his face with his hands as he is transported to the prosecutors office from a police station in Tokyo on November 1, 2017. 
The 27-year-old Japanese man, who was arrested after police found nine dismembered corpses rotting in his house, has confessed to killing all his victims over a two-month spree after contacting them via Twitter, media reports. / AFP PHOTO / JIJI PRESS / STR / Japan OUT
Takahiro Shiraishi, terdakwa pembunuhan berantai dan mutilasi di Jepang (AFP PHOTO/JIJI PRESS/STR)
Tokyo -

Seorang terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi di Jepang mengaku bersalah atas dakwaan membunuh 9 orang. Dalam persidangan, pengacara terdakwa berargumen bahwa para korban memberikan persetujuan untuk dibunuh.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2020), Takahiro Shiraishi (29) didakwa membunuh dan memutilasi 9 orang, kemudian menyimpan potongan tubuh korban di dalam kotak-kotak pendingin atau kotak es di dalam apartemennya di pinggiran Tokyo. Pria Jepang itu ditangkap tahun 2017 dan persidangannya baru dimulai bulan ini.

Dalam sidang terbaru pada Rabu (30/9) waktu setempat, seperti dilaporkan televisi nasional Jepang, NHK, Shiraishi tidak membantah 9 dakwaan pembunuhan yang dijeratkan terhadapnya. Dia menyatakan dakwaan-dakwaan itu 'semuanya benar'.

Dalam kasus ini, Shiraishi dituduh menggunakan Twitter untuk menghubungi korban-korbannya yang berusia 15-26 tahun, yang diketahui membahas soal bunuh diri di media sosial. Kepada para korban, Shiraishi menyatakan dirinya bisa membantu rencana mereka bunuh diri -- atau bahkan mati bersama mereka.

Shiraishi melalui pengacaranya menyatakan dalam sidang bahwa dakwaan harusnya diperingan karena para korban -- yang menyatakan pikiran untuk bunuh diri -- memberikan persetujuan mereka untuk dibunuh.

Sang pengacara meminta agar dakwaan diperingan menjadi 'pembunuhan dengan persetujuan', yang memiliki ancaman hukuman antara 6 bulan penjara hingga 7 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2