Round-Up

Isu Kulit Hitam Terpa Trump Jelang Pilpres Negeri Paman Sam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:02 WIB
Covid-19: Donald Trump sengaja meremehkan virus corona padahal tahu sejak awal virus itu mematikan, sebut buku karya wartawan senior
Foto: Presiden AS Donald Trump (BBC World)
Washington DC -

Presiden AS Donald Trump diterpa isu tak sedap menjelang debat capres putaran pertama. Tim kampanye Trump disebut menghalangi pemilih dari kalangan warga kulit hitam pada Pilpres 2016.

Hal ini diungkap lewat laporan investigatif berdasarkan cache data. Tudingan ini bermula dari investigasi oleh Channel 4 News. Media itu secara eksklusif memperoleh cache data yang sangat besar yang digunakan oleh kampanye presiden Donald Trump tahun 2016 pada hampir 200 juta pemilih AS.

Dari data itu, terungkap bahwa 3,5 juta orang kulit hitam AS dikategorikan oleh kampanye Donald Trump sebagai 'Pencegahan'-pemilih yang ingin tinggal di rumah pada hari pemilihan.

Di 16 negara bagian medan pertempuran utama, jutaan orang Amerika dipisahkan oleh algoritma menjadi salah satu dari delapan kategori, juga digambarkan sebagai 'audiens', sehingga mereka kemudian dapat ditargetkan dengan iklan yang disesuaikan di Facebook dan platform lain.

Analisis Channel 4 News menunjukkan bahwa orang kulit hitam Amerika-secara historis merupakan komunitas yang ditargetkan dengan taktik penekanan pemilih-secara tidak proporsional ditandai sebagai 'Pencegahan' oleh kampanye 2016.

Secara total, 3,5 juta orang kulit hitam AS ditandai 'Pencegahan' atau dihalangi untuk memilih.

Selanjutnya
Halaman
1 2