Korsel Pulangkan Kerangka 117 Tentara China yang Gugur di Perang Korea

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 13:43 WIB
In this photo provided by the South Korea Defense Ministry, Chinese honor guard members, left, receive caskets containing the remains of Chinese soldiers from South Korean honor guards during the handing over ceremony at the Incheon International Airport in Incheon, South Korea, Sunday, Sept. 27, 2020. The remains of 117 Chinese soldiers who died in the 1950-53 Korean War were returned to China on Sunday in an annual repatriation delayed this year by the coronavirus outbreak. (South Korea Defense Ministry via AP)
Seremoni pemulangan kerangka tentara China yang gugur dalam Perang Korea (South Korea Defense Ministry via AP)
Seoul -

Sebanyak 117 kerangka dari jenazah tentara China yang gugur dalam Perang Korea tahun 1950-1953 silam, dipulangkan ke negara asalnya, China, oleh otoritas Korea Selatan (Korsel). Seremoni pemulangan yang digelar tahunan ini sempat tertunda akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Associated Press, Senin (28/9/2020), Korsel menyerahkan peti-peti berisi kerangka tentara China dalam sebuah seremoni di Bandara Incheon, pada Minggu (27/9) waktu setempat.

Sebuah pesawat militer China membawa lebih dari 100 kerangka tentara China itu dari Korsel ke Shenyang, yang terletak dekat perbatasan Korea Utara (Korut).

Diketahui bahwa tentara China bertempur di pihak Korut melawan pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) di Korsel saat perang berlangsung di Semenanjung Korea.

Sebagian besar dari 117 kerangka tentara China itu ditemukan di Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korsel dan Korut. Pemulangan jenazah tentara semacam ini menjadi aktivitas tahunan dan ini sudah tahun ketujuh Korsel memulangkan jenazah tentara China yang gugur dalam perang.

Pada tahun pertama pada 2014, Korsel memulangkan 437 kerangka tentara China. Secara total, sudah 716 kerangka tentara China yang dipulangkan oleh Korsel.

Seremoni pemulangan jenazah tentara Korsel tahun ini awalnya direncanakan pada musim semi lalu, namun tertunda beberapa bulan akibat pandemi Corona.

Simak video 'China Bangun Jalur Kereta Super Cepat Rel Ganda':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)