Trump Dilaporkan Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 10:55 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered:
Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan hanya membayar pajak penghasilan federal sebesar US$ 750 pada tahun 2016, saat dia memenangkan pemilihan presiden (pilpres). Laporan menyebut Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun dari 15 tahun terakhir.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (28/9/2020), hal tersebut dilaporkan oleh media terkemuka AS, The New York Times (NYT), yang mengutip data pengembalian pajak Trump selama lebih dari 20 tahun terakhir. Menurut laporan NYT, Trump juga hanya membayar US$ 750 (Rp 11,2 juta) pada tahun pertamanya di Gedung Putih.

Tidak hanya itu, NYT juga melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak pendapatan sama sekali selama 10 tahun dari 15 tahun sebelumnya karena dia melaporkan kehilangan lebih banyak uang daripada yang dia hasilkan.

Dalam tanggapannya, Trump membantah laporannya dan menyebutnya sebagai 'berita yang benar-benar palsu'.

"Pertama-tama, saya telah membayar banyak dan saya telah membayar banyak pajak pendapatan juga ... Itu semua akan diungkap," tegas Trump dalam tanggapannya.

Presiden AS tidak diwajibkan oleh hukum untuk merilis informasi detail soal keuangan pribadi mereka. Namun setiap Presiden AS sejak Richard Nixon telah mengungkapkan informasi keuangan mereka ke publik.

Trump melanggar tradisi kepresidenan itu dengan menolak untuk merilis laporan pajaknya, bahkan melakukan perlawanan di pengadilan dan memicu berbagai spekulasi soal apa yang mungkin ada di dalam laporan pajak itu. Trump juga sebelumnya mengindikasikan dirinya lebih suka meminimalkan tagihan pajaknya, dengan mengatakan dalam debat capres 2016 bahwa hal itu membuatnya 'pintar'.

Selanjutnya
Halaman
1 2