Macron Minta Presiden Belarus Alexander Lukashenko Mundur

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 10:53 WIB
FILE - In this Tuesday, Jan. 24, 2017 file photo, French presidential candidate and former French Economy Minister Emmanuel Macron speaks during a press conference at the Government House, in downtown Beirut, Lebanon. French President Emmanuel Macron is traveling to Lebanon on Thursday Aug. 6, 2020, to offer support for the country after the massive, deadly explosion in Beirut. Lebanon is a former French protectorate and the countries retain close political and economic ties.  (AP Photo/Bilal Hussein, File)
Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP Photo/Bilal Hussein, File)
Paris -

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa pemimpin Belarus Alexander Lukashenko harus mundur. Komentar ini disampaikan dalam wawancara di sebuah majalah mingguan Prancis.

"Jelas dia harus pergi," katanya kepada Journal du Dimanche seperti dilansir AFP, Minggu (27/9).

Macron menyatakan hal ini setelah Uni Eropa menolak untuk mengakui Lukashenko sebagai presiden sah negara itu.

"Ini adalah krisis kekuasaan, kekuatan otoriter yang tidak dapat menerima logika demokrasi dan yang bergantung pada kekerasan. Jelas bahwa Lukashenko harus pergi," katanya.

Macron juga mengatakan dia "terkesan dengan keberanian para pengunjuk rasa" di Belarus.

"Mereka tahu risiko yang mereka ambil dengan berdemonstrasi setiap akhir pekan, namun mereka mendorong gerakan untuk membuat demokrasi menjadi hidup di negara yang telah lama dirampas ini," katanya.

"Wanita khususnya, yang berbaris setiap Sabtu, mendapat rasa hormat kami," tambahnya.

Tonton juga 'Demo Menentang Pemerintahan Belarusia Terbesar Dalam Sejarah Negara':

[Gambas:Video 20detik]