Usai Dibebaskan, Sejumlah Militan Taliban Kembali Angkat Senjata

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 10:11 WIB
Abdullah, ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional (AFP Photo)
Foto: Abdullah, ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional (AFP Photo)
Kabul -

Sejumlah tahanan Taliban yang dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan sebagai syarat untuk perundingan damai, telah kembali mengangkat senjata. Hal ini disampaikan oleh ketua perundingan pemerintah, Abdullah Abdullah.

Dilansir AFP, Rabu (23/9/2020), Abdullah, ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional, mengatakan diskusi dengan Taliban di Qatar sejauh ini positif.

Namun, dia mengatakan beberapa - meskipun bukan mayoritas - dari 5.000 tahanan Taliban yang dibebaskan oleh pemerintah sebagai syarat untuk pembicaraan, telah melanjutkan perang melawan otoritas Afghanistan.

"Saya tahu bahwa beberapa telah kembali ke medan perang, yang merupakan pelanggaran atas kesepakatan yang telah mereka buat," kata Abdullah dalam konferensi online dengan Dewan Hubungan Luar Negeri AS.

Abdullah mengatakan pembicaraan antara kedua belah pihak telah dimulai di Doha dengan catatan positif, karena para delegasi membangun keakraban satu sama lain.

Namun tingkat kekerasan di Afghanistan belum turun, dan dia meminta Amerika Serikat, yang meluncurkan proses perdamaian dengan kesepakatannya sendiri dengan Taliban, dan Pakistan, yang mempertahankan hubungan dengan pemberontak, untuk menekan mereka agar menyetujui gencatan senjata.

"Sayangnya, selama ini tingkat kekerasannya sangat tinggi dan tidak dapat diterima masyarakat," tutur Abdullah.

"Saya mengulangi seruan saya kepada Taliban sendiri dan juga kepada semua mitra yang memiliki pengaruh atas Taliban untuk mendesak hal itu."

Selanjutnya
Halaman
1 2