Ternyata Ada 6 Surat Racun Risin yang Dikirim ke AS, Termasuk ke Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 10:59 WIB
FILE - In this Saturday, Sept. 19, 2020, file photo, an American flag flies at half-staff over the White House in Washington. A woman suspected of sending an envelope containing the poison ricin, which was addressed to White House, has been arrested at the New York-Canada border. (AP Photo/Patrick Semansky, File)
Ilustrasi -- Selain dikirim ke Trump di Gedung Putih, ada lima surat beracun lainnya yang dikirim dari Kanada ke AS (AP Photo/Patrick Semansky, File)
Ottawa -

Kepolisian Kanada mengungkapkan ada enam surat mengandung racun risin mematikan yang dikirimkan ke wilayah Amerika Serikat (AS), termasuk ke Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump. Polisi baru saja menggeledah apartemen di pinggiran Montreal terkait dengan tersangka wanita yang mengirimkan surat itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/9/2020), seorang tersangka wanita telah ditangkap di perbatasan AS dan Kanada, dekat Buffalo, New York, pada Minggu (20/9) waktu setempat, atas dugaan mengirimkan surat beracun yang ditujukan untuk Trump.

Identitas tersangka tidak diungkap ke publik, namun dua sumber menyebut tersangka berkewarganegaraan ganda Kanada dan Prancis. Tersangka akan dihadirkan dalam sidang di pengadilan federal di Distrik Barat New York pada Selasa (22/9) sore waktu setempat.

"Kami meyakini total enam surat telah dikirimkan, satu ke Gedung Putih dan lima ke Texas," ungkap salah satu pejabat Kepolisian Kanada (RCMP), Charles Poirier, dalam pernyataannya.

Hal itu diungkapkan Poirier saat mengawasi penggerebekan di apartemen tersangka. "Kami tidak bisa memastikan bahwa tersangka tinggal di sana (apartemen-red), tapi itu terkait dengannya," imbuhnya.

Poirier tidak menyebut lebih lanjut lima surat lainnya ditujukan kepada siapa saja di Texas. Namun Departemen Kepolisian di Mission, Texas, menuturkan bahwa pekan lalu pihaknya menerima surat mencurigakan. Juru bicara Kepolisian Mission, Art Flores, menyatakan pihaknya tidak membuka surat itu dan langsung menyerahkannya kepada Biro Investigasi Federal (FBI).

Flores juga menyebut bahwa Kepolisian Mission pernah menangkap wanita yang sama dengan yang kini ditahan di Buffalo, New York. Wanita itu ditangkap tahun 2019 lalu namun Flores tidak menyebut delik pidana yang menjerat wanita itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2