India Terbangkan Jet Tempur Baru Dekat Perbatasan China

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 09:31 WIB
A French-made Rafale fighter jet flies during its induction ceremony at the Indian Air Force Station in Ambala, India, Thursday, Sept.10, 2020. The first batch of five planes, part of a $8.78 billion deal signed between the two countries in 2016 had arrived here in July. (AP Photo/Manish Swarup)
Ilustrasi -- Jet tempur Rafale yang dibeli India dari Prancis (AP Photo/Manish Swarup)
New Delhi -

Jet tempur baru Rafale buatan Prancis milik India melakukan penerbangan 'pengenalan' di atas wilayah perbatasan yang menjadi sengketa dengan China. Jet tempur ini mengudara di wilayah yang menjadi lokasi bentrokan berdarah antara tentara India dan China pada Juni lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2020), lima jet tempur Rafale pertama dari total 36 jet tempur Rafale yang dibeli India dari Prancis senilai total US$ 9,4 miliar (Rp 138,9 triliun) telah secara resmi ditugaskan pada 10 September lalu. Menteri Pertahanan Rajnath Singh menyebutnya sebagai 'pesan kuat' bagi musuh-musuh India.

"Jet-jet tempur Rafale telah melakukan pengenalan di wilayah operasional kami termasuk Ladakh," tutur seorang pejabat senior Angkatan Udara India yang enggan disebut namanya kepada AFP.

Pejabat itu merujuk pada wilayah perbatasan yang menjadi sengketa India dan China. Pertengahan Juni lalu, tentara India dan China terlibat bentrok di wilayah Ladakh, yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India. Otoritas China mengakui adanya korban jiwa dari pihaknya, tapi tidak menyebut jumlah pastinya.

Tidak diungkap lebih lanjut kapan penerbangan 'pengenalan' untuk jet tempur Rafale itu dimulai. Namun seorang fotografer AFP melihat sebuah jet tempur Rafale mengudara di atas wilayah Leh, ibu kota Ladakh, pada Senin (21/9) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan India mengatakan bahwa selama penugasan, jet-jet tempur itu 'telah mengudara dan melakukan pengenalan dengan lingkungan operasional kami' tanpa secara spesifik menyebut wilayah Ladakh.

"(Jet tempur Rafale) Telah menjalani pelatihan intensif yang terintegrasi dengan armada tempur lainnya, termasuk penembakan senjata canggih," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan India.

Otoritas India mengakui pihaknya ada di belakang China dan negara-negara kunci lainnya dalam kategori kekuatan militer. Pembelian jet-jet tempur Rafale merupakan salah satu dari banyak hal yang dilakukan India untuk meningkatkan kekuatan militernya yang kini memiliki 1,4 juta personel.

(nvc/ita)