Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana Disebabkan Keracunan Bakteri

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 01:31 WIB
Ratusan gajah mati misterius di Botswana - Benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya
Foto: Gajah mati di Botswana (BBC Magazine)
Gaborone -

Penyebab ratusan gajah yang mati secara misterius di Delta Okavango, Botswana, terungkap. Ratusan gajah itu mati karena keracunan bakteri.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/9/2020) Botswana yang terkurung daratan memiliki populasi gajah terbesar di dunia, diperkirakan sekitar 130.000. Lebih dari 300 ekor gajah telah mati secara misterius sejak Maret, dengan gading mereka yang utuh mengesampingkan hipotesis bahwa mereka dibunuh oleh pemburu.

"Kematian itu disebabkan oleh keracunan karena cyanobacteria yang tumbuh di dalam panci," kata petugas kesehatan hewan dari Departemen Margasatwa dan Taman Nasional, Mmadi Reuben.

Ruben mengatakan kematian telah "berhenti menjelang akhir Juni 2020, bertepatan dengan pengeringan panci."

Laporan pertama kematian gajah yang tidak biasa pada 25 April lalu mengidentifikasi kasus di dekat desa Seronga, dan jumlahnya mulai meningkat pada bulan berikutnya.

Menurut otoritas satwa liar, sekitar 330 hewan telah mati dan tes darah konsisten dengan temuan bahwa spesies bakteri bernama cyanobacteria yang menghasilkan neurotoksin adalah penyebabnya. Pengujian dilakukan di laboratorium spesialis di Afrika Selatan, Kanada, Zimbabwe dan Amerika Serikat.

Pejabat telah mengesampingkan antraks atau keterlibatan manusia seperti perburuan, menurut Cyril Taolo, wakil direktur Departemen Margasatwa dan Taman Nasional.

Pemerintah mengatakan sedang melanjutkan studi tentang terjadinya bakteri tersebut. Di musim dingin, gajah menghidrasi diri terutama dengan memakan akar dan kulit kayu, terutama dari pohon baobab.

(rfs/rfs)