Taiwan Tegaskan Berhak Lakukan Serangan Balasan di Tengah Ancaman China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:56 WIB
China gelar latihan militer untuk lindungi kedaulatan saat pejabat tinggi AS kunjungi Taiwan
China gelar latihan militer di dekat Taiwan untuk lindungi kedaulatannya (Foto: BBC World)
Jakarta -

Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya berhak untuk membela diri dan melakukan serangan balasan di tengah "pelecehan dan ancaman" China. Peringatan ini disampaikan pada China, yang pekan lalu mengirim sejumlah jet melintasi garis tengah Selat Taiwan yang sensitif.

Ketegangan meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir antara Taipei dan Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, untuk diambil paksa jika diperlukan.

Beberapa pesawat militer China terbang melintasi garis tengah Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada akhir pekan lalu. Ini mendorong Taiwan untuk mencegat jet-jet tersebut dan Presiden Tsai Ing-wen menyebut China sebagai ancaman bagi wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah "mendefinisikan dengan jelas" prosedur untuk tanggapan pertama pulau itu di tengah "frekuensi tinggi gangguan dan ancaman dari kapal perang dan pesawat musuh tahun ini". Disebutkan bahwa Taiwan memiliki hak untuk "membela diri dan melawan serangan".

Taiwan tidak akan memprovokasi tetapi juga "tidak takut pada musuh", tambahnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/9/2020).

Pada hari Senin (21/9), surat kabar resmi China Daily mengatakan dalam sebuah tajuk rencana bahwa Amerika Serikat mencoba menggunakan Taiwan untuk menahan kebangkitan China, tetapi tidak ada yang boleh meremehkan tekadnya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2