Libatkan 7 Juta Petugas, China Gelar Sensus Penduduk Saat Pandemi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:58 WIB
Setengah tahun lalu, di paruhan kedua bulan Januari, pemerintah China untuk pertama kalinya mengumumkan resmi wabah virus corona jenis baru yang menyerang kota Wuhan.
Ilustrasi (Getty Images)
Beijing -

Bagaimana cara menghitung 1,3 miliar jiwa penduduk di tengah pandemi virus Corona (COVID-19)? China akan mengetahuinya saat negara terpadat di dunia ini menggelar sensus nasional ke-7 pada 1 November mendatang.

Seperti dilansir CNN, Senin (21/9/2020), kantor berita Xinhua News Agency melaporkan bahwa upaya penghitungan massal ini akan melibatkan sekitar 7 juta petugas sensus yang tersebar di berbagai wilayah China.

Para petugas sensus ini nantinya akan mengumpulkan nama, nomor identitas, jenis kelamin, detail status pernikahan, juga pendidikan dan informasi profesional.

Selain menggunakan metode tradisional, para warga juga akan didorong menggunakan ponsel dan alat digital lainnya 'untuk melaporkan informasi pribadi dan keluarga'.

China diketahui menggelar sensus nasional setiap 10 tahun. Sensus terakhir menunjukkan total populasi di negara ini naik dari 1,29 miliar jiwa menjadi 1,37 miliar jiwa. Sensus terakhir pada tahun 2010 lalu juga menjadi yang pertama menyertakan warga asing. Saat itu, nyaris 600 ribu warga asing ikut melapor, dengan kebanyakan berasal dari Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Sensus penduduk memberikan data penting untuk pembuatan kebijakan nasional. Informasi soal jumlah penduduk menjadi semakin penting saat bom waktu demografis dari kebijakan satu anak mulai berlaku. Sensus tahun 2010 menemukan bahwa jumlah penduduk untuk usia 14 tahun ke bawah menurun 6,2 persen dari data sensus sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2