Sinovac Segera Mulai Uji Coba Vaksin Corona pada Anak-anak dan Remaja

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 14:00 WIB
BEIJING, CHINA - SEPTEMBER 05:  A booth displaying Chinas Sinovac Biotech Ltd. shows a COVID-19 vaccine candidate during the 2020 China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) at Beijing Olympic Park on September 5, 2020 in Beijing, China. As China recovers from the COVID-19 epidemic, about 2,000 Chinese and foreign enterprises will participate and showcase their newest technology in public health and digital technology in the China International Fair for Trade in Services.  (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Ilustrasi -- Vaksin Corona eksperimental buatan Sinovac (Getty Images/Lintao Zhang)
Beijing -

Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona (COVID-19) eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini. Hal ini memperluas pengujian untuk vaksin eksperimental yang sudah mencapai tahap akhir untuk uji coba terhadap orang dewasa.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (17/9/2020), menemukan vaksin yang manjur untuk keseluruhan populasi, termasuk kalangan yang lebih muda, bisa sangat penting untuk mencegah wabah Corona di sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak, yang juga berpotensi menyerang guru dan orangtua.

Total 552 partisipan sehat yang berusia antara 3 tahun hingga 17 tahun akan disuntikkan dua dosis CoronaVac -- vaksin Corona buatan Sinovac -- atau plasebo dalam uji coba gabungan fase 1 dan fase 2.

Menurut catatan registrasi pada Rabu (16/9) waktu setempat, uji coba terhadap anak-anak dan remaja ini akan dimulai pada 28 September mendatang di Provinsi Hebei, China bagian utara. Juru bicara Sinovac menegaskan bahwa uji coba ini telah disetujui oleh regulator China.

China telah menginokulasi setidaknya puluhan ribu warganya dengan vaksin Corona eksperimental, menarik minat internasional dalam pengembangannya, meskipun para ahli mengkhawatirkan keamanan vaksin yang belum menyelesaikan pengujian standar.

Sebagai bagian dari program itu, CoronaVac telah diberikan kepada sekitar 90 persen karyawan perusahaannya dan keluarganya. Vaksin ini juga tengah diuji coba dalam skala besar tahap akhir di Brasil, Indonesia dan Turki.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), data sejauh ini menunjukkan bahwa Corona pada umumnya memicu penyakit lebih ringan pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Namun beberapa kasus anak dilaporkan juga membutuhkan perawatan intensif.

Ratusan anak yang dirawat di berbagai rumah sakit AS dilaporkan mengalami sindrom peradangan langka tapi parah, yang masih berkaitan dengan virus Corona. Mereka dilaporkan mengalami gejala-gejala seperti demam, ruam dan kelenjar membengkak.

Awal bulan ini, Sinovac menyatakan bahwa CoronaVac tampaknya aman dan mampu menginduksi antibodi untuk orang yang berusia lebih tua. Sementara level antibodi yang dihasilkan vaksin pada orang dewasa yang berusia lebih muda diketahui cenderung lebih rendah. Hal ini diketahui dari hasil awal uji coba tahap awal hingga menengah.

Simak video 'PBB: Vaksin Saja Tidak Cukup Untuk Menyelesaikan Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)