Trump Tuai Kritik karena Yakin Vaksin Corona Bakal Siap Oktober

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 10:11 WIB
President Donald Trump speaks with reporters as he walks to Marine One on the South Lawn of the White House, Tuesday, Sept. 15, 2020, in Washington. Trump is en route to Philadelphia. (AP Photo/Alex Brandon)
Foto: Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinan baru bahwa vaksin COVID-19 yang layak akan siap pada bulan Oktober. Hal ini secara langsung bertentangan dengan pakar kesehatan top pemerintahan dan menuai kritik keras dari saingannya di Pilpres, Joe Biden.

Dilansir AFP, Kamis (17/9/2020) Trump menabur kebingungan tentang masalah ini dengan teguran publik yang luar biasa dari salah satu pakar kesehatan top AS yang mengatakan masker adalah senjata utama untuk memerangi pandemi. Sang pakar kesehatan juga menyatakan vaksin tidak mungkin tersedia secara luas hingga pertengahan 2021.

"Saya pikir dia membuat kesalahan ketika mengatakan itu. Itu hanya informasi yang salah," kata Trump kepada wartawan mengacu pada pernyataan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield.

"Kita sangat dekat dengan vaksin itu seperti yang Anda ketahui... Kami pikir kita dapat mulai sekitar bulan Oktober atau segera setelahnya," lanjut Trump.

Trump yakin Redfield bingung dengan keyakinan itu. Dia akan memberi tahu publik jika vaksin sudah tersedia.

"Saya yakin dia bingung," katanya tentang Redfield.

Sebelumnya, Redfield mengatakan kepada anggota parlemen AS pada Rabu (16/9) bahwa distribusi "sangat terbatas" untuk kelompok-kelompok prioritas termasuk penerima vaksin pertama dapat dimulai pada November dan Desember. Namun, implementasi penuh akan memakan waktu setidaknya beberapa bulan lagi.

"Saya pikir kita mungkin melihat akhir kuartal kedua, kuartal ketiga 2021 sebelum vaksin yang aman dan efektif tersedia untuk masyarakat umum," tambahnya.

Kontradiksi antara Trump dan pakar kesehatannya tentang masalah yang menjadi isu kampanye pemilu 2020 ini menjadi perhatian Biden.

"Ketika saya mengatakan saya percaya pada vaksin, dan saya mempercayai para ilmuwan, tetapi saya tidak mempercayai Donald Trump - inilah yang saya maksudkan," tulis Biden di Twitter usai menyimak pernyataan Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2