Pulang Liburan, Wanita AS Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Corona di Jerman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 11:07 WIB
Sejumlah warga Jerman menikmati akhir pekan di Danau Phoenix, Dortmund.
 Padahal pemerintah Jerman telah meminta warganya menjaga jarak terkait virus corona.
Ilustrasi (AP/Markus Scholz)
Berlin -

Otoritas Jerman menyebut bahwa seorang wanita asal Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan lonjakan penularan virus Corona (COVID-19) di kota Garmisch-Partenkirchen. Wanita ini diketahui nekat pergi keluar rumah saat menunggu hasil tes Corona yang dilakukannya usai kembali dari luar negeri.

Seperti dilansir CNN, Selasa (15/9/2020), wanita yang tidak disebut identitasnya itu diketahui baru kembali dari liburan di luar negeri. Pejabat pers Kantor Administrator Distrik di Garmisch-Partenkirchen, Stephan Scharf, menyatakan tidak tahu ke negara mana wanita itu berlibur, namun ditegaskan bukan AS.

Dituturkan Scharf kepada CNN bahwa wanita itu mengalami gejala Corona dan menjalani pemeriksaan. Dia kemudian diminta tetap di rumah sembari menunggu hasil tesnya keluar. Namun wanita itu malah pergi keluar dan bersosialisasi dengan orang lain.

Sejak menerima hasil tes yang menyatakan dirinya positif Corona, wanita itu telah menjalani karantina. "Kami tidak tahu berapa banyak orang yang diasumsikan sebagai penyebar (Corona-red) yang terinfeksi, meskipun kita tahu dia pergi keluar menularkan penyakit," ucap Scharf.

Hingga Jumat (11/9) waktu setempat, tercatat ada 33 kasus baru Corona di wilayah Garmisch-Partenkirchen. "Kami tidak mendapati sebegitu banyak kasus bahkan saat puncak Corona," sebut Scharf.

"Perilaku semacam ini tentu saja tidak terpuji," imbuhnya.

Otoritas kota Garmisch-Partenkirchen melaporkan rata-rata level insidensi 55 kasus per 100 ribu penduduk, selama tujuh hari terakhir. Melihat situasi ini, otoritas Jerman sepakat untuk menerapkan kembali langkah-langkah tegas di area dengan level insidensi di atas 50 kasus per 100 ribu penduduk.

Dampaknya, aturan baru mulai berlaku di Garmisch-Partenkirchen sejak akhir pekan, yang berarti pub dan bar harus tutup pada pukul 22.00 waktu setempat. Hanya diperbolehkan lima orang duduk semeja di dalam ruangan (indoor) dan 10 orang di luar ruangan (outdoor) -- mencapai separuh dari ketentuan sebelumnya. Jumlah orang boleh hadir dalam pesta juga dipangkas dari 200 orang, menjadi hanya 100 orang.

Wanita AS yang diyakini memicu lonjakan kasus Corona itu diketahui bekerja di Edelweiss Lodge, sebuah resor Pusat Rekreasi Angkatan Bersenjata AS yang dioperasikan militer AS. Diungkapkan Scharf kepada CNN bahwa sedikitnya 24 staf pada resor itu dinyatakan positif Corona.

Departemen Urusan Publik Eropa pada militer AS menyatakan resor itu akan ditutup sementara selama dua pekan mulai Senin (14/9) waktu setempat.

(nvc/ita)