Filipina Kurangi Jarak Sosial Minimum Jadi 30 Cm, Pakar Mengkritik

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 18:27 WIB
Warga Filipina biasakan diri kenakan masker hingga sarung tangan saat beraktivitas di luar rumah. Masker hingga jas hujan itu dikenakan untuk cegah Corona.
Ilustrasi (AP Photo)
Manila -

Otoritas Filipina mengurangi jarak minimum social distancing menjadi 30 cm di dalam transportasi umum selama pandemi virus Corona (COVID-19). Hal ini memicu kritikan dari para pakar kesehatan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/9/2020), kebijakan baru ini mulai diberlakukan secara bertahap saat Filipina mencetak rekor baru untuk tambahan kematian tertinggi dalam sehari. Pada pengumuman pada Senin (14/9) waktu setempat, otoritas Filipina melaporkan 259 kematian dalam sehari di wilayahnya.

Angka tersebut mencetak rekor tertinggi untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir. Total kematian akibat Corona di Filipina sejauh ini mencapai 4.630 orang.

Sementara total kasus Corona di Filipina saat ini mencapai 265.888 kasus, merupakan total kasus tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Jumlah kasus virus Corona di Filipina mengalami kenaikan dua kali lipat dalam 35 hari terakhir.

Dalam kritikannya, para pakar dan profesional media memperingatkan bahwa mengurangi jarak minimum social distancing secara bertahap menjadi hanya sepertiga dari 1 meter -- jarak minimum sebelumnya -- bisa berpotensi menjadi bumerang. Hal itu juga disebut bisa memperpanjang gelombang pertama yang berlangsung di Filipina sejak Maret.

"Ini akan berisiko, sembrono dan kontra-intuitif dan akan menunda perataan kurva," sebut mantan Presiden Asosiasi Dokter Filipina, Anthony Leachon, kepada saluran berita ANC.

"Sekalipun Anda memakai face shield dan masker, mengurangi jarak sosial, itu akan berbahaya," imbuhnya, sembari menambahkan bahwa jarak 1 meter hingga 2 meter merupakan standar minimum internasional.

Aturan baru Kementerian Transportasi Filipina mengurangi jarak minimum social distancing menjadi 75 cm pada Senin (14/9), kemudian menjadi 50 cm pada 28 September dan menjadi 30 cm pada 12 Oktober mendatang. Bercakap-cakap dan melakukan panggilan telepon di dalam transportasi publik juga dilarang.

Selanjutnya
Halaman
1 2