Langgar Pembatasan Corona, Trump Gelar Kampanye Indoor di Nevada

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 15:11 WIB
Covid-19: Donald Trump sengaja meremehkan virus corona padahal tahu sejak awal virus itu mematikan, sebut buku karya wartawan senior
Donald Trump (BBC World)
Las Vegas -

Dalam upaya menentang aturan pembatasan virus Corona (COVID-19) yang diterapkan Gubernur Nevada, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menggelar kampanye indoor atau di dalam ruangan pertama sejak Juni lalu. Kebanyakan pendukung Trump yang hadir tampak tidak memakai masker.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (14/9/2020), kampanye terbaru Trump digelar di dalam sebuah gudang besar di kota Henderson, dekat Las Vegas, Nevada, pada Minggu (13/9) waktu setempat. Hanya sedikit orang yang hadir yang tampak memakai masker di tengah kerumunan.

Meskipun khusus bagi orang-orang yang duduk di belakang Trump saat dia pidato di podium, diwajibkan memakai masker. Associated Press menyebut orang-orang ini lah yang akan tersorot kamera televisi.

Kampanye terakhir Trump yang digelar indoor di Tulsa, Oklahoma, menuai kritikan dan disalahkan atas lonjakan kasus Corona yang terjadi saat itu. Pandemi Corona sejauh ini menewaskan nyaris 200 ribu orang di AS.

"Kita tidak akan menutup negara ini lagi. Penutupan akan menghancurkan kehidupan dan mimpi jutaan warga Amerika," ucap Trump dalam pidatonya. "Kita akan dengan mudah mengalahkan virus China," imbuhnya, menggunakan julukan kontroversial untuk virus Corona yang pertama terdeteksi di Wuhan, China.

Kampanye terakhir Trump di Tulsa pada Juni lalu, memicu bencana bagi tim kampanye calon presiden (capres) petahana ini. Tidak hanya karena banyak kursi kosong, tapi juga adanya lonjakan kasus Corona termasuk yang menyerang stafnya sendiri.

Menyadari banyak pendukung yang tidak nyaman berkumpul dalam kerumunan di dalam ruangan, tim kampanye Trump mengubah metode kampanye dengan menggelar kampanye lebih kecil dan outdoor atau di luar ruangan, yang biasanya digelar di hanggar pesawat. Namun kampanye kecil itu semakin bertambah besar dalam beberapa pekan terakhir, dengan aturan social distancing diabaikan dan hanya sedikit yang memakai masker.

Selanjutnya
Halaman
1 2