Inggris Izinkan Masjid Tetap Beroperasi di Tengah Lonjakan COVID-19

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 14:45 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Foto: REUTERS/Phil Noble/Ilustrasi Inggris Izinkan Masjid Tetap Beroperasi di Tengah Lonjakan COVID-19
Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memutuskan masjid akan tetap beroperasi di tengah kebijakan baru yang akan dikeluarkannya. Kebijakan yang melarang perkumpulan massa lebih dari enam orang baik di luar maupun di dalam ruangan dikeluarkan mengingat adanya lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Johnson, masjid dan tempat ibadah lainnya akan menjadi pengecualian dari aturan baru. Tempat-tempat tersebut akan tetap beroperasi dengan mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

"Akan ada beberapa pengecualian terbatas. Misalnya, jika satu rumah tangga lebih besar dari enam orang, mereka masih bisa berkumpul. Tempat aman COVID itu seperti rumah ibadah, gym, restoran, dan perhotelan masih dapat menampung lebih dari enam orang. Namun di tempat tersebut, tidak boleh ada kelompok individu yang lebih besar dari enam, dan kelompok tidak boleh bercampur secara sosial atau membentuk kelompok yang lebih besar," jelas dia dikutip dari 5 Pillars UK.

Adapun, aturan tersebut akan mulai diterapkan pada Senin (14/9) mendatang. Masyarakat Inggris tidak diizinkan membuat perkumpulan lebih dari enam orang. Bila melanggar, akan ada hukuman denda hingga penangkapan.

"Jadi di Inggris, mulai Senin, kami akan memperkenalkan enam aturan. Kamu tidak diperbolehkan untuk berkumpul grup lebih dari enam orang, jika melakukannya, kamu akan melanggar hukum. Ini berlaku di semua tempat, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, di rumah atau di tempat umum," sambungnya.

"Larangan itu akan diatur dalam undang-undang dan akan ditegakkan oleh polisi dan siapapun yang melanggar aturan berisiko dibubarkan, didenda, dan mungkin ditangkap," ungka dia.

Sementara itu, masjid di Inggris pada dasarnya telah dibuka kembali pada Juli kemarin setelah berbulan-bulan ditutup akibat lockdown. Saat itu, masjid beroperasi dengan langkah-langkah jarak sosial yang ketat.

(pay/erd)