Xi Jinping Tegaskan China Terbuka dan Transparan Terkait Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 15:58 WIB
Chinese President Xi Jinping speaks during an event to honor some of those involved in Chinas fight against COVID-19 at the Great Hall of the People in Beijing, Tuesday, Sept. 8, 2020. Chinese leader Xi Jinping is praising Chinas role in battling the global coronavirus pandemic and expressing support for the U.N.s World Health Organization, in a repudiation of U.S. criticism and a bid to rally domestic support for Communist Party leadership. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Presiden China, Xi Jinping (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Beijing -

Presiden China, Xi Jinping, menegaskan China telah bertindak secara 'terbuka, transparan dan bertanggung jawab' dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Penegasan ini disampaikan Xi di tengah tuduhan China menutupi-nutupi awal kemunculan Corona di wilayahnya.

Seperti dilansir CNN, Selasa (8/9/2020), penegasan itu disampaikan Xi saat menganugerahkan medali kehormatan kepada empat tokoh atas kontribusi luar biasa dalam menghadapi pandemi Corona di China. Seremoni pemberian medali kehormatan ini digelar di Beijing pada Selasa (8/9) ini. Di antara para tokoh yang diberi medali kehormatan itu terdapat pakar penyakit pernapasan terkemuka China, Zhong Nanshan.

"Kita dengan cepat membentuk mekanisme perilisan informasi epidemi nasional, mencari kebenaran dari fakta-fakta, dan merilis informasi epidemi secara terbuka dan transparan," tegas Xi dalam pidatonya seperti dilaporkan televisi nasional China, CCTV.

"Kita, secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, telah secara aktif memenuhi kewajiban internasional kita," cetusnya.

Lebih lanjut, Xi menyatakan bahwa otoritas China melaporkan informasi soal virus Corona 'sesegera mungkin' kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kepada 'negara-negara, kawasan dan organisasi terkait'.

"China menjadi perekonomian besar pertama yang melanjutkan pertumbuhan setelah pukulan hebat dari COVID-19, dan kini memimpin dunia dalam pengendalian dan pencegahan virus serta pemulihan ekonomi, yang menunjukkan kapasitas besar China untuk pemulihan dan vitalitas yang bersemangat," sebut Xi.

China diketahui menuai banyak kritikan karena dianggap meremehkan atau bahkan menutupi tingkat keparahan virus Corona pada awal-awal kemunculannya. China juga dituduh mengabaikan bukti yang ada bahwa virus Corona bisa menular dari manusia-ke-manusia hingga situasinya sudah terlambat.

Otoritas China berulang kali membantah tuduhan-tuduhan itu.

Sudah lebih dari tiga minggu terakhir, China tidak melaporkan kasus penularan lokal di wilayahnya. Semua kasus baru Corona di negara ini terdeteksi di kalangan pelancong yang baru datang dari luar negeri. Sejauh ini, total 85.144 kasus Corona terkonfirmasi di China, dengan 4,634 kematian.

Tonton video 'Pertama Kalinya China Pamerkan Vaksin Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)