Hukuman Berat Menanti Para Pejabat Korea Utara Usai Topan Maysak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 13:11 WIB
Kabar kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un jadi perhatian dunia. Berbagai isu muncul terkait kondisi kesehatan orang nomor satu Korea Utara ini.
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pemerintah Korea Utara (Korut) akan memberikan hukuman berat bagi para pejabat lokal yang disebutnya gagal melindungi penduduk dari topan yang menyebabkan "insiden serius" dengan puluhan korban. Demikian dilaporkan surat kabar partai yang berkuasa di Korut.

Topan Maysak membawa hujan deras di seluruh negeri komunis itu awal pekan ini, dengan rekaman yang menunjukkan jalan-jalan yang terendam air di kota pelabuhan timur Wonsan, provinsi Kangwon.

Rodong Sinmun hari Sabtu, sebuah surat kabar resmi Korut, melaporkan bahwa para pemimpin Korut telah memutuskan untuk menghukum para pejabat kota dan provinsi yang "tidak bertanggung jawab" karena menyebabkan "insiden serius yang melibatkan puluhan korban".

Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak yang terluka, hilang atau tewas.

Disebutkan laporan tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/9/2020), para pejabat gagal untuk "segera mengorganisir sebuah proyek untuk secara menyeluruh mengidentifikasi properti yang berisiko dan mengevakuasi semua penduduk" meskipun diperintahkan oleh Partai Buruh Korea yang berkuasa yang dipimpin oleh pemimpin Kim Jong-Un.

"Sebuah keputusan dibuat untuk menjatuhkan hukuman partai, administratif, dan hukum yang berat kepada mereka yang bertanggung jawab atas korban," imbuhnya.

Maysak juga melanda Korea Selatan, menewaskan sedikitnya dua orang. Lebih dari 2.200 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara di selatan kota Busan.

Bencana alam cenderung berdampak lebih besar di Korut karena infrastrukturnya yang buruk, dan negara ini rentan terhadap banjir karena banyak gunung dan bukit telah lama digunduli.

Menghukum para pejabat lokal adalah "cara bagi pemimpin Korea Utara untuk menghindari kesalahan" atas korban, Ahn Chan-il, seorang pembelot yang menjadi peneliti yang berbasis di Seoul, Korsel mengatakan kepada AFP.

"Mereka mengirimkan pesan bahwa Kim Jong-Un tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi kerusakan hanya terjadi karena mereka yang bekerja untuknya gagal untuk mengikuti perintahnya," ujarnya.

Tonton juga 'Topan Maysak Ngamuk di Korea Selatan':

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)