Akun Twitter PM India Diretas, Dipakai untuk Minta Sumbangan Amal

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 11:04 WIB
FILE PHOTO: Indias Prime Minister Narendra Modi speaks during the Vibrant Gujarat Global Summit in Gandhinagar, India, January 18, 2019. REUTERS/Amit Dave/File Photo
Foto: PM India Narendra Modi (REUTERS/Amit Dave)
New Delhi -

Akun Twitter Perdana Menteri India Narendra Modi telah diretas. Pihak Twitter telah mengonfirmasi hal ini pada Kamis (3/9/2020).

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/9/2020), cuitan yang dikirim dari akun Twitter PM Modi sempat berisi permintaan sumbangan amal menggunakan cryptocurrency. Cuitan semacam itu telah dihapus.

"Kami mengetahui aktivitas ini dan telah mengambil langkah untuk mengamankan akun yang disusupi. Kami secara aktif menyelidiki situasinya," kata juru bicara Twitter.

Perusahaan teknologi tersebut mengatakan tidak mengetahui adanya akun tambahan yang terkena dampak.

Pada bulan Juli, mantan presiden AS Barack Obama dan bos teknologi Bill Gates dan Elon Musk termasuk di antara lusinan tokoh terkenal yang akun Twitternya dilanggar dalam peretasan besar-besaran oleh pelaku yang mencoba menipu orang untuk mengirim bitcoin.

Cuitan palsu dikirim dari 45 akun dan para peretas mengakses pesan pribadi di 36 akun dan mengunduh data Twitter dari tujuh akun, kata perusahaan itu.

Para peretas memperoleh akses ke sistem dengan menipu segelintir karyawan agar menyerahkan kredensial mereka, menurut Twitter.

Twitter mengatakan tidak menemukan hubungan apa pun antara peretasan Modi dan pelanggaran pada Juli lalu.

(rdp/nvc)