Turki Kutuk Keras Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 10:33 WIB
Demonstrasi rusuh buntut pembakaran Al-Quran (AFP Photo)
Foto: Demonstrasi rusuh buntut pembakaran Al-Quran (AFP Photo)
Ankara -

Pemerintah Turki mengutuk keras aksi pembakaran Al-Quran di Swedia yang berujung pada demontrasi rusuh. Demonstrasi pembakaran Al-Quran itu tadinya akan dihadiri politisi anti-Islam Denmark.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu (30/8/2020) melalui Kementerian Luar Negerinya, pemerintah Turki menyampaikan kecaman pada aksi tersebut. Turki juga mengecam Rasmus Paludan, politisi anti-Islam yang disebut sebagai provokator aksi ini.

"Kami mengutuk keras provokasi mengerikan yang dilakukan oleh seorang politisi Islamofobia dan rasis serta pengikutnya yang datang ke Denmark dari kota Malmo, Swedia," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Rasmus Paludan, pemimpin kelompok anti-Islam Tight Direction (Stram Kurs), bersama para pendukungnya membakar Alquran pada Jumat (28/8) malam.

Setelah rekaman itu muncul di internet, kelompok anti rasis di Malmo bereaksi terhadap kejadian tersebut dan para aktivis memblokir lalu lintas dan membakar ban di jalan.

Polisi menahan tiga orang yang membakar Alquran. Pemimpin rasis Denmark Paludan dilarang memasuki Swedia selama dua tahun.

"Tindakan provokatif ini merupakan pukulan berat bagi budaya hidup berdampingan dan nilai-nilai Eropa," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Simak video 'Dikecam Turki, Yunani Ngotot Gelar Latihan Tempur':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2