Netanyahu Ancam Hizbullah Terkait Gejolak Baru di Perbatasan Lebanon

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 17:20 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu announces full diplomatic ties will be established with the United Arab Emirates, during a news conference on Thursday, Aug. 13, 2020 in Jerusalem.  In a nationally broadcast statement, Netanyahu said the “full and official peace” with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a “wonderful future” for citizens of both countries. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman terhadap kelompok gerilyawan Hizbullah terkait gejolak terbaru di perbatasan Lebanon. Netanyahu berjanji akan memberikan tanggapan keras jika terjadi insiden lebih lanjut.

"Kami akan bereaksi keras terhadap setiap serangan terhadap kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/8/2020).

"Saya menyarankan Hizbullah untuk tidak menguji kekuatan Israel. Hizbullah sekali lagi membahayakan Lebanon karena agresinya," imbuh pemimpin negeri Yahudi itu.

Israel dan Hizbullah pernah terlibat perang besar selama sebulan pada tahun 2006.

Sebelumnya, Israel mengatakan telah melancarkan serangan udara terhadap pos pengamatan Hizbullah di Lebanon, setelah tembakan dilepaskan dari seberang perbatasan ke arah pasukannya, malam sebelumnya.

Gejolak perbatasan terjadi beberapa jam setelah Lebanon menolak seruan Israel untuk mereformasi pasukan penjaga perdamaian PBB yang berpatroli di perbatasan, menjelang pemungutan suara Dewan Keamanan PBB untuk memperbarui mandatnya.

Tentara Israel sebelumnya mengatakan bahwa "insiden keamanan" sedang berlangsung di dekat Manara, sebuah kibbutz dekat perbatasan yang dibatasi PBB antara kedua negara, dan mendesak penduduk untuk berlindung.

Manara dilaporkan tenang pada Rabu pagi waktu setempat. Pasukan Israel memberi tahu penduduk bahwa mereka kini bisa datang ke tempat terbuka dan melanjutkan pekerjaan di ladang.

(ita/ita)